Breaking News:

Nasih Sudah Jadi Bubur, India Hancur Dihantam Covid-19,Pakar Ungkap Kesalahan Fatal Pemerintah

Menurut lima ahli di forum penasihat ilmiah, mengatakan sejak awal Maret, pejabat India mengabaikan peringatan tentang jenis virus baru yang menyebar

via kontan.co.id
MENGERIKAN Serangan Covid-19 di India , Setiap 5 Menit Satu Pasien Meninggal di New Delhi 

Memperingatkan bahwa jenis baru akan menyebar dengan cepat di banyak bagian negara itu.

Kesimpulan ini diteruskan ke Kementerian Kesehatan India, direktur lembaga penelitian di India utara mengatakan kepada Reuters

Kementerian Kesehatan India belum memberikan komentar apa pun.

Ketegangan yang muncul di India kini telah menyebar ke setidaknya 17 negara, mendorong banyak pemerintah memutuskan untuk menutup perbatasan dengan orang-orang dari India.

Organisasi Kesehatan Dunia belum menyatakan strain di India sebagai "strain of concern", seperti yang terjadi pada strain yang ditemukan di Inggris, Brazil dan Afrika Selatan.

Tetapi WHO mengatakan pada 27 April bahwa model asli, berdasarkan sekuensing genetik, menunjukkan bahwa B.1.617 memiliki tingkat penyebaran yang lebih tinggi daripada jenis lain yang saat ini tersedia di India.

Pada Varian B.1.1.7 dari Inggris juga terdeteksi di India sejak Januari, termasuk negara bagian Punjab di utara.

Negara bagian memberlakukan blokade sejak 23 Maret, tetapi ribuan petani dari negara bagian itu masih berpartisipasi dalam demonstrasi di pinggiran Delhi, sebelum tindakan blokade berlaku.

"Itu adalah bom waktu," kata Anurag Agrawal, seorang ilmuwan INSACOG , kepada Reuters.

"Wabah hanya masalah waktu karena pertemuan massal adalah masalah besar. B.1.1.7 adalah strain yang sangat buruk dalam hal tingkat penyebaran," kata Agrawal.*

Sebagian artikel ini sudah tayang di Intisari.Grid.ID dengan judul: Nasi Sudah Menjadi Bubur, Situasi India Hancur Lebur Akibat Covid-19, Para Ahli Bocorkan Kesalahan Fatal yang Dilakukan India Sehingga Membuat Negaranya Dihajar Covid-19 

Editor: Alfred Dama
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved