Breaking News:

Prihatin Dengan Kondisi Bencana di Raijua, Ketua WKRI NTT : Sabu Membisu 

tradisional yang menurut pesan Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Or, kelompok tersebut juga harus diberi perhatian.

Prihatin Dengan Kondisi Bencana di Raijua, Ketua WKRI NTT : Sabu Membisu 
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Ketua WKRI NTT, Ursula Dando Lio

Prihatin Dengan Kondisi Bencana di Raijua, Ketua WKRI NTT : Sabu Membisu 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) baru saja kembali dari Sabu Raijua untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak bencana.

Berdasarkan rilis dari WKRI NTT Senin 3 Mei 2021, aksi kemanusiaan tersebut dilakukan di 3 desa terdampak bencana, tidak saja kepada umat Katolik tapi juga umat kristen protestan dan kelompok Jingitiu yakni kelompok masyarakat dengan kepercayaan tradisional yang menurut pesan Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Or, kelompok tersebut juga harus diberi perhatian.

Umat Katolik sendiri tersebar di 8 Stasi yang terdiri dari : 2 Stasi di Pulau Raijua dan 6 Stasi di Pulau Sabu.

Baca juga: Pesan Ketua WKRI dan Anggota Dihari Kartini 2021

Kondisi umat juga memprihatinkan dengan banyaknya anak - anak yang menderita stunting, anak - anak tidak bersih karena kekurangan air, lekurangan makanan dan pakaian.

Selain itu, saat ini sudah memasuki musim angin Timur sehingga banyak balita mengalami flu dan demam dan situasi ini akan belanjut hingga 3 sampai 4 bulan kedepan. 

Banyak rumah umat yang masih rebah di tanah dan mereka tinggal di rumah - rumah darurat untuk berlindung disiang hari, sementara saat malam, mereka masuk ke dalam rumah rebah yang tinggal atap tanpa tiang, tanpa pintu jendela. Mereka membuat lubang khusus sebagai akses masuk keluar sehingga benar - benar menempati rumah tidak layak huni.

Rata - rata korban belum bisa memperbaiki rumah karena harga bahan bangunan melonjak 2 sampai 3 kali lipat dan bahan alternatif seperti daun lontar tidak bisa dipakai untuk atap dan dinding darurat karena banyak yang rusak akibat badai. Pohon kelapa dan lontar sudah miring karena goncangan.

Penyerahan Bantuan oleh WKRI kepada korban bencana 
 
Penyerahan Bantuan oleh WKRI kepada korban bencana    (POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI)

Akses menuju lokasi bencana melalui transportasi darat dengan jalan tanah yang berdebu dan ada juga jalan bebatuan. Tranporatsi laut antar Pulau Sabu dan Raijua menunggu pelayaran feri atau kapal nelayan yang sementara ini terhenti karena kondisi laut yang belum stabil serta akses internet tidak merata karena banyak tempat masih dalam area blank spot.

Baca juga: WKRI Salurkan Peralatan Masak dan Mandi Bagi Korban Bencana Alam di Kabupaten Kupang

Ketua DPD WKRI NTT, Ursula Dando Lio dalam rilis tersebut mengimbau agar para pengurus WKRI NTT segera membangun jejaring dengan berbagai stakeholder agar membantu meringankan beban umat di Sabu Raijua.

Halaman
12
Penulis: Michaella Uzurasi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved