Breaking News:

Mengenal Sifon Sunat Tradisional di TTS, Bekas Sayatan Disembur Sirih, Cari Perempuan 'Buang Panas'

Mengenal Sifon Sunat Tradisional di TTS NTT, Luka Bekas Sayatan Disembur dengan Sirih

POS-KUPANG.COM/JHO LENA
Tim peneliti saat berada di kolam pemandian tempat sunat tradisional desa Fatukoto Kecamatan Molo Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan Senin 26 April 2021 

Mengenal Sifon Sunat Tradisional di TTS NTT, Luka Bekas Sayatan Disembur dengan Sirih

POS-KUPANG.COM - Sunat tradisional di Kabupaten Timor Tengah Selatan ( Kabupaten TTS) merupakan salah satu tradisi yang diwariskan secara turun temurun hingga saat ini. Sunat dilakukan oleh seorang dukun.

Untuk melakukan sunat, seorang dukun harus mendapat wangsit atau amanah dari pendahulunya. Jika tidak, warga biasa tidak akan berani melakukannya.

Salah satu dukun sunat tradisional di Desa Fatukoto, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten TTS, Yermias Banfatin mengatakan, untuk memulai proses sunat ini terlebih dahulu diawali dengan doa.

Dukun (Tengah pakai baju merah) berikan penjelasan usai laksanakan sunat tradsional desa Fatukoto Kecamatan Molo Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan Senin 26 April 2021
Dukun (Tengah pakai baju merah) berikan penjelasan usai laksanakan sunat tradsional desa Fatukoto Kecamatan Molo Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan Senin 26 April 2021 (POS-KUPANG.COM/JHO LENA)

"Sebelum sunat berdoa dulu baru mulai. Taruh tanah di kepala dan berdoa kepada Tuhan supaya tidak ada hambatan," ujar Yermias dalam bahasa TTS yang kemudian diterjemahkan Samuel D Sunbau, staf Puskesmas Kapan. Yermias ditemui di Desa Fatukoto, Senin (26/4/2021) lalu.

Baca juga: Praktek Sifon dalam Sunat Tradisional TTS, Dominasi Hegemoni Kekuasaan Laki-laki Terhadap Perempuan

Pasien yang akan melakukan sunat, kata Yermias, biasanya datang bersama teman sehingga sebelum memulai, semua yang hadir berdoa terlebih dahulu.

Setelah berdoa, pasien diarahkan ke kali kecil di bagian belakang rumah sang dukun. Kali tersebut tersembunyi, dan tidak ada orang yang melewatinya sehingga cukup aman. Di lokasi itu, proses sunat dilakukan.

Untuk mencapai rumah sang dukun, harus melewati sebuah kali kecil di bagian depan.

Sementara kali untuk melakukan proses sunat berada di bagian belakang dan letaknya tidak begitu jauh.

Sebelum dimulai, sang pasien diminta untuk berendam di air pada kali kecil yang membentuk kolam. Setelah dirasa cukup dan kulit sudah mengerut, pasien diarahkan ke luar kolam dan duduk di atas batu yang ada di kali dan proses sunatpun dimulai.

Baca juga: Sifon Dalam Budaya TTS: Ritual Menyembuhkan Luka Sunatan

Halaman
1234
Editor: Gordy Donofan
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved