Breaking News:

Bupati Malaka, Simon Nahak : Tidak ada yang Super Hebat

Tidak ada yang super hebat sehingga kedepan sentimen, penghinaan, fitnahan harus segera berakhir.

POS-KUPANG.COM/EDY HAYONG
Calon Bupati Malaka, Simon Nahak. 

Bupati Malaka, Simon Nahak : Tidak ada yang Super Hebat

POS-KUPANG.COM I BETUN--Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H,MH bersama Wakil Bupati, Louise Lucky Taolin, S.SoS pasca pelantikan 26 April 2021, bertemu muka dengan DPRD Malaka.

Dalam tatap muka langsung pada Rapat Paripurna ini,  dengan agenda tunggal Pidato Perdana Bupati Malaka. Bupati menegaskan bahwa helatan politik sudah berakhir dan kini waktunya bersama membangun Malaka. Tidak ada yang super hebat sehingga kedepan sentimen, penghinaan, fitnahan harus segera berakhir.

Disaksikan Pos-Kupang di Aula Utama DPRD Malaka, Senin (3/5), Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD, Adrianus Bria Seran, S.H didampingi Wakil Ketua I,  Devi Hermin Ndolu, Wakil Ketua II, Hendrikus Fahik Taek, Sekda Malaka, Donatus Bere, S.H juga pimpinan OPD,  unsur Forkompimda termasuk  istri bupati dan wabup Malaka.

Dalam suasana penuh santai dan diselingi joke-joke segar, Bupati Simon Nahak secara tegas mengatakan bahwa politik pilkada di Rai Malaka sudah berakhir. Saat ini merupakan momen bersejarah antara pemerintah dan Dewan mengajak warga untuk bergandengan tangan membangun Malaka.

"Politik sudah berakhir. Mari kita bergandengan tangan. Tidak ada yang super hebat, karena saat ini bangkit membangun Malaka," tegasnya.

Dikatakan Simon, perbedaan politik itu wajar, ada lawan politik itu biasa. Tapi saat ini harus satu dalam kebersamaan memajukan Malaka.

Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H, MH saat menyampaikan pidato perdana di Rapat Paripurna DPRD Malaka, Senin (3/5/2021).
Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H, MH saat menyampaikan pidato perdana di Rapat Paripurna DPRD Malaka, Senin 3 Mei 2021. (POS-KUPANG.COM/EDI HAYONG)

"Perkataan  sentimen, penghinaan, fitnahan harus segera dibuang. Saya dan wabup tidak alergi kritik tapi harus disertai dengan data otentik. Jika tidak sesuai data maka itu namanya fitnah. Dewan silahkan kritis dan kritik dalam bingkai membangun. Kritik yang benar karena kita semua ini  bersaudara," katanya.

Dia mengakui pada pilkada lalu dirinya dan wabup didukung lima kursi DPRD.  Tapi itu sudah berakhir dan kini semua sudah  selesai. Saat ini dirinya dan wabup  sudah dipercayakan memimpin Malaka dan apabila dalam perjalanan masih ada kekurangan silahkan kritik asal dengan argumen yang untuk mencapai  "Bonum Commune".

"Politik itu dinamis tidak statis. Jika kurang berkenan mari kita duduk selesaikan karena kita ini hidup dalam semangat berbudaya. Tapi kita juga selalu jaga 4 kekayaan dalam hidup yakni jaga pikiran, jaga hati, jaga mulut dan jaga perkataan," katanya.

Dirinya kembali membentangkan program kerja selama masa kepemimpinan yang sudah dikemas dalam Program SAKTI. Selain itu diingatkan juga soal tupoksi apakah itu Dewan, pemerintah dan sesama pimpinan OPD.

"Dalam hal penempatan jabatan tentu sesuai dengan kemampuan dan bidang ilmu. Tentu yang pegang jabatan adalah ASN bukan Teda ataupun diluar dari itu. Kita tempatkan orang yang mau bekerja," pungkas Simon.

Ketua DPRD, Adrianus Bria Seran mengajak semua pihak untuk bersama bergandengan tangan membangun Malaka kedepan agar menjadi lebih baik.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved