Breaking News:

Peternak di Kecamatan Lembor Harap Pemda Mabar Bantu Bibit Babi

Sejumlah peternak babi di Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat mengharapkan pemerintah memberikan bantuan bibit babi

Peternak di Kecamatan Lembor Harap Pemda Mabar Bantu Bibit Babi
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Ternak babi yang sakit diduga terserang ASF di Kecamatan Lembor, Kabupaten Mabar

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Sejumlah peternak babi di Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), mengharapkan pemerintah setempat memberikan bantuan bibit babi, Minggu (2/5/2021).

Hal tersebut disampaikan menyusul habisnya ternak babi di sejumlah tempat di daerah itu setelah terpapar Virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika.

"Kami pusing, sekarang tidak ada pemasukan uang," kata seorang peternak di Desa Wae Kanta, Arnold Johan.

Dijelaskannya, sebanyak 63 ekor babi miliknya mati akibat terkena ASF, sehingga ia pun merugi dan kehilangan pendapatan.

Baca juga: Sebelum Musim Berburu Paus di Lamalera Lembata Diawali Misa Lefa, Simak Infonya

Baca juga: Ketua Fraksi NasDem Tegaskan Mosi Tidak Percaya Tak Ada Kaitan KORPS DPRD Kota Kupang

Saat ditanya terkait total kerugian, Arnold mengaku merugi hingga Rp 70 juta rupiah.

"Dari puluhan babi yang mati, 7 ekor itu indukan. Rata-rata saya menjual babi Rp1 juta hingga Rp 5 juta," katanya.

Menurutnya, dengan adanya bantuan bibit babi, masyarakat merasa sangat terbantu dan dapat kembali semangat untuk beternak babi.

Kenjturyrat, penghasilan dari beternak babi sangat membantu masyarakat, lebih khusus masyarakat pedesaan.

Baca juga: Gempa di SBD Terkini, Ini Peristiwa Gempa Bumi Di NTT 2021 Waktu dan Pusat Gempa, Terbanyak SBD

Baca juga: 10 Warga Nggalak Leleng, Matim Sembuh Dari Keracunan Pangan, 127 Warga Masih Dirawat

"Apalagi kami juga ambil KUR (Kredit Usaha Rakyat) di bank, sekarang sudah kesulitan bayar," tandasnya.

Hal senada disampaikan juga oleh peternak dari Kelurahan Tangge, Fransiskus Garung (52).

Menurutnya, penghasilan menjual babi sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup, selain dari pertanian, terlebih dirinya yang masih menyekolahkan kedua anaknya di bangku perguruan tinggi.

Sementara itu, Kepala Desa Wae Kanta, Gregorius Barbiriso mengatakan, para peternak yang terdampak ASF tidak hanya membutuhkan bibit babi dari pemerintah.

Namub, lanjut dia, para peternak juga membutuhkan pendampingan dari penyuluh peternakan terkait bagaimana mengatasi penyakit ternak babi.

"Pengalaman saat ini menurut pengetahuan dan pengalaman peternak, dan belum ada pendampingan. Sehingga ke depannya, kami juga meminta kesediaan dari dinas. Apalagi soal penyakit. Mungkin soal kasih makan kami paham sedikit, tapi penyakit yang serang penyakit kami tidak tahu," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Berita Manggarai Barat

Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved