Breaking News:

Parodi Situasi

Parodi Situasi Minggu, 02 Mei 2021 Saya adalah Buruh

Akan dikirim kemana kotak-kotak makanan ini? Ke tetangga?" "Ya sebagai ucapan syukur bisa merayakan Hari Buruh bersama keluarga

Parodi Situasi Minggu, 02 Mei 2021 Saya adalah Buruh
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - "Akan dikirim kemana kotak-kotak makanan ini? Ke tetangga?" "Ya sebagai ucapan syukur bisa merayakan Hari Buruh bersama keluarga dan tetangga."
"Ooooh, saya kira ada yang ulang tahun?"
"Ini tradisi dalam keluarga kami sejak turun temurun."
"Ooooh, rayakan hari buruh?"
***
"Ya! Kami merayakan hari Buruh," jawab Benza. "Kakek punya kakek buruh, kakek buruh, ayah saya buruh, saya juga buruh. Sejak zaman dulu kami keturunan buruh. Jadi kami mesti bersyukur dengan merayakannya. Ya, minimal setahun sekali antar makanan syukur untuk tetangga."
"Kamu tidak ikut demo? Unjuk rasa ungkapkan perasaan sebagai buruh yang tertindas!"
kata Rara.

"Kami tidak merasa tertindas. Semua baik-baik saja. Kakek buruh pabrik kayu, kakek punya kakek buruh pabrik kayu. Saya punya baba buruh di toko semen. Saya buruh seperti kakek. Baik-baik saja! Gaji kami dapat, THR kami dapat, anak-anak sekolah dan hidup kami tercukupi," jawab Benza.
"Wah, tetapi kamu harus tunjukkan solidaritas sebagai buruh. Tuntut THR tuntut kenaikan gaji tuntut hak kamu sebagai buruh."

Baca juga: BI NTT Dukung GBBI di Labuan Bajo

Baca juga: Artis Ini Dicampakan Suami Demi Janda Kaya, Berlanjut Perang Dingin dengan Pelakor di Medsos

"Kami tercukupi. Hak kami dipenuhi! Jadi sudahlah mau demo buat apa?"
"Demo saja. Partisipasi dengan orang lain yang sama-sama buru tetapi hidup jauh dari sejahtera," Jaki dan Rara bergantian mengkompori Benza untuk ikut demo!"
"Mari kita makan dulu," ajak Benza. "Rayakan dulu bersyukur dulu."
***
Demikianlah Hari Buruh menjadi salah satu hari yang ditunggu-tunggu. Nasi jagung, ikan panggang, dan lauk pauk lainnya mengiasi meja makan sederhana dalam sebuah ruang makan sekaligus ruang tamu dan sekaligus ruang keluarga Benza. Jaki dan Rara pun makan dengan lahap. Beberapa anggota keluarga Benza yang sibuk mengantar makanan untuk tetangga.

"Nona Mia juga merayakan hari buruh. Dia juga kirim makanan untuk tetangga sebagai ungkapan syukur. Bahkan sahabat dekatnya pun dapat kiriman makanan dari dia."
"Kalau kami ajak ikut demo pasti dia mau!"

Baca juga: Pasien Positif Antigen di Lokasi Karantina Mulai Sembuh dan Tinggal 32 Pasien Saja

Baca juga: Gerdal Atasi Hama Walang Sangit di Persawahan Bhera-Sikka

"Demonstrasi besar-besaran. Demo melibatkan 50.000 ribu buruh di seluruh Indonesia. Semua propinsi atau mungkin sekitar 24 provinsi, 200 kabupaten/kota dan juga demo sekitar ribuan pabrik. Semua wilayah. Dengan demikian kita pun mesti ikut mendukung. Kita juga buruh bukan? Coba baca koran baca semua medsos semuanya ada berita besar tentang buruh. Katanya, untuk di pusat, aksi berlangsung di Istana dan Gedung Mahkamah Konsultasi," Jaki menjelaskan dengan penuh semangat.
"Itu Nona Mia datang," mereka sama-sama melihat Nona Mia dari gerbang depan.
"Buat kamu masing-masing satu," kata Nona Mia setelah bergabung dengan Jaki, Benza, dan Rara membagikan kembang mawar satu satu.
***
"Wah, secantik orangnya," Jaki memuji dan Rara pun tidak ketinggalan untuk beri pujian.
"Lebih cantik orangnya dibanding bunga," kata Rara.
"Gombal!" jawab Nona Mia sambil meletakkan sekeranjang bunga di sisi tempat duduknya.
"Mau bagi-bagi bunga."

"Demo?" tanya Jaki dan Rara serempak.
"Katakan dengan bunga," jawab Nona Mia. "Saya ingin marah karena banyak hal mengenai nasib kami sebagai buruh. Soal kesejahteraan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan yang banyak kali terabaikan. Apalagi pada masa pandemi ini kehidupan para buruh tambah susah. PHK, gaji tidak lengkap, ada keluarga kena covid, ada pekerja pabrik kena covid, aktivitas pabrik berhenti gara-gara covid, perusahaan tidak punya pemasukkan, gaji dikurangi, THR tidak dapat. Wah banyak sekali. Kredit belum lunas, cicilan macet. Rasanya ingin marah, marah, dan marah dengan nasib kami buruh yang kesejahteraannya tidak diperhatikan. Saya ingin marah. Saya marah sekali," demikian kata Nona Mia dengan tenang dan kata demi kata.

"Ayoh kita demo," Jaki menggebrak meja. "Semua yang engkau katakan betul!"
"Demo langsung di depan presiden, gubernur, bupati, walikota dan semua pejabat negara, demo di DPR dari pusat sampai daerah. Ayoh demo-demo demo!" Rara pun tidak kalah semangatnya. Nona Mia memperhatikan wajah Jaki dan Rara satu persatu. Jaki dan Rara menanti jawaban Nona Mia dengan penuh semangat.
***
"Bukan begitu jalan keluarnya," kata Benza. Jaki dan Rara memperhatikan wajah Nona Mia yang diam saja mendengar apa yang dikatakan Benza. "Demo tentu baik. Apalagi demo yang ditata murni tanpa susupan kepentingan lain. Tetapi ada cara lain merayakan hari buruh."

"Bagi saya, tidak ada cerita demo!" kata Nona Mia setelah lama terdiam. "Cukup kirim makanan syukur buat tetangga dan sahabat. Untuk saya, saya tambahkan dengan bunga"
"Untuk hari Buruh sekalian juga Hari Pendidikan Nasional," sambung Benza.
"Karena saya adalah buruh!" kata Nona Mia. (*)

Kumpulan Parodi Situasi

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved