Breaking News:

Korban Bencana di Posko MAN 1 Waiwerang Diberi Nasi Segepok dan Telur Ayam Sepotong Tanpa Sayur

dari 66 KK menghuni di posko ini. Namun, sebagiannya memilih kembali ke rumah keluarga dan tersisa 151 jiwa dari 44 KK. 

POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Kondisi anak-anak korban bencana di posko pengungsian MAN 1 Waiwerang, Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur 

Korban Bencana di Posko MAN 1 Waiwerang Hanya Diberi Nasi Segepok dan Telur Ayam Sepotong Tanpa Sayur

POS-KUPANG.COM|ADONARA-- Pemda Flotim mengakhiri masa tanggap darurat bencana hingga Sabtu 1 Mei 2021 hari ini. Meski demikian, warga korban bencana hingga kini masih bertahan di posko pengungsian MAN 1 Waiwerang, Flores Timur. 

Sebelumnya, sebanyak 226 jiwa dari 66 KK menghuni di posko ini. Namun, sebagiannya memilih kembali ke rumah keluarga dan tersisa 151 jiwa dari 44 KK. 

Di hari terakhir masa tanggap darurat, ada kejadian menyedihkan dialami warga di posko pengungsian MAN 1 Waiwerang. 

Wakil koordinator relawan dari Oi Adonara, Wens Tokan menuturkan, Sabtu 1 Mei 2021 sekitar pukul 2.30 WITA, ada empat petugas dari posko induk kantor camat Adonara Timur mendatangi posko pengungsian MAN 1 Waiwerang dengan membawa 50 bungkus nasi. Saat dibuka, ternyata isinya cuman sedikit nasi dan sepotong telur ayam goreng, tanpa sayur. 

Baca juga: Pelaku Pencurian di Toko 51 Waiwerang Adonara Buang Berlian Seharga Jutaan Rupiah ke Laut

"Saya kaget, selama ini tidak ada pemberian makanan dari posko induk. Saya penasaran dan minta koordinator konsumsi cek itu makanan. Ternyata isinya, nasi segepok dan sepotong telur goreng. Satu telur goreng dipotong empat," ujarnya kepada wartawan, Sabtu 1 Mei 2021. 

Sebagai penanggungjawab posko, kata dia, ia pun memutuskan untuk mengembalikan makanan itu ke posko induk. 

Suasana buka puasa di lokasi pengungsi MAN Waiwerang Adonara Timur, Selasa 3 April 2021.
Suasana buka puasa di lokasi pengungsi MAN Waiwerang Adonara Timur, Selasa 3 April 2021. (POS-KUPANG.COM/Dok.Dompet Dhuafa)

"Mereka mengaku makanan itu untuk anak-anak. Saya pulangkan dan saya sampaikan, anak-anak sudah makan, daripada mubazir, kita kembalikan. Apalagi, antarnya sudah jam sore," ungkapnya.

Baca juga: Polres Flotim Tangkap 7 Pelaku Pencurian Uang & Barang Berharga Senilai Rp 1 Miliar di Waiwerang

Ia mengatakan, sejak warga korban bencana mengungsi di posko MAN 1 Waiwerang, petugas di posko induk hanya beberapa kali mengantarkan makanan untuk warga di posko pengungsian. Itu pun, menurut dia, hanya sekali dalam sehari. 

"Hanya hari kedua bencana mereka antar makanan, itu pun kadang antarnya siang atau malam sana. Selanjutnya, kami mendapat makanan dari TNI. Beruntung banyak relawan yang datang mengantarkan makanan. Kami seperti anak ayam yang kehilangan induk," tandasnya. 

JPIC SVD dan suster Biara St. Theresia Waiburak saat menyerahkan bantuan bagi warga korban bencana di posko pengungsian di MAN 1 Waiwerang
JPIC SVD dan suster Biara St. Theresia Waiburak saat menyerahkan bantuan bagi warga korban bencana di posko pengungsian di MAN 1 Waiwerang (POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA)

Sementara itu, salah satu warga korban bencana di posko pengungsian MAN 1 Waiwerang yang enggan namanya dipublikasikan, mengaku kecewa atas sikap petugas di posko induk kantor camat Adonara Timur. 

Baca juga: Kartini-Kartini Tangguh dan Setia di Posko Pengungsian Waiwerang Adonara Flores Timur

"Selama ini kami hanya diperhatikan relawan dari Oi Adonara, DKR Pramuka Adonara Timur dan guru-guru MAN 1 Waiwerang. Mereka anggap anak-anak kami ini apa? Sampai beri makanan dengan porsi begitu. Sepertinya mereka sudah tidak ada hati," ujarnya. 

Kondisi anak-anak di tempat pengungsian MAN Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur
Kondisi anak-anak di tempat pengungsian MAN Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur (Foto Angga untuk Pos Kupang)

Sementara itu, Camat Adonara Timur, Damianus Lamawuran yang dikonfirmasi wartawan tidak merespon pertanyaan wartawan via WhatsApp.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang, saat ini, camat Adonara Timur sedang berada di Kupang mengikuti Diklat. Ironisnya, hari ini merupakan hari terakhir status tanggap darurat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved