Breaking News:

Puluhan Hektar Sawah Terancam Gagal Panen, Begini Tanggapan Kadis Pertanian Ngada

hama melainkan karena badai seroja yang melanda wilayah Kabupaten Ngada, yuk simak

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/THOMAS MBENU NULANGI
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngada, Paskalis W Bai.  

Puluhan Hektar Sawah Terancam Gagal Panen, Begini Tanggapan Kadis Pertanian Ngada

POS-KUPANG.COM | BAJAWA--Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngada, Paskalis W Bai mengatakan, puluhan hektar sawah yang terancam gagal panen bukan hanya terjadi di daerah persawahan Ogi, namun hampir semua daerah persawahan yang ada di wilayah Kabupaten Ngada.

Kondisi tersebut bukan disebabkan karena hama melainkan karena badai seroja yang melanda wilayah Kabupaten Ngada. Karena badai seroja menghantam padi milik warga pada fase generatif.

"Karena mausk pada fase generatif, badai datang menghantam padi sehingga kelihatan itu ada hama blas daun, blas leher, dan karat daun," ungkap Paskalis kepada Pos Kupang saat ditemui di Auditorium Jhon Tom, Kamis 29 April 2021.

Paskalis mengatakan, selama ini memang pihaknya terus melakukan gerakan pengendalian namun apa daya badai seroja menhantam padi saat padi memasuki fase generatif. Karena badai seroja menghantam pada fase generatif maka ancaman adalah terjadi gagal panen.

Baca juga: Puluhan Hektar Sawah di Persawahan Ogi Kabupaten Ngada Terancam Gagal Panen

Atas masalah tersebut, kata Paskalis, pihaknya akan mendata seluruh lahan sawah milik warga supaya nantinya dilakukan upaya penanganan lebih lanjut dengan kebijakan dari pimpinan daerah.

Pengurus Yayasan AW saat menyerahkan separangkat Soundsystem untuk KOMPAK di Kampung Adat Maghilewa Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Flores Nusa Tenggara Timur, Sabtu 17 April 2021.
Pengurus Yayasan AW saat menyerahkan separangkat Soundsystem untuk KOMPAK di Kampung Adat Maghilewa Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Flores Nusa Tenggara Timur, Sabtu 17 April 2021. (POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA)

"Hari ini teman-teman sudah berproses untuk mengusulkan ke kementrian melalui dinas pertanian provinsi NTT, karena badai seroja menghantam pada saat fase generatif," ungkapnya.

Paskalis mengungkapkan, beberapa daerah persawahan tidak terjadi gagal panen karena petani sawah sedang melakukan panen dengan hasil yang optimal. Hal itu disebabkan para petani tersebut memanfaatkan betul musim tanam sehingga tidak terkena dampak badai seroja.

Baca juga: Jumlah Kasus DBD di Kabupaten Ngada Tahun 2021 Hanya 39 Kasus, Simak Penjelasan Kadis Kesehatan

"Selain badai seroja, pada tahun 2021 ini curah hujan sangat tinggi. Karena ketika memberikan pupuk kimia ditambah dengan curah hujan yang tinggi bisa menyebabkan tanaman terserang hama," ungkapnya.

Terkait PPL yang tidak berada di lapangan, tegas Paskalis, secara institusi, pihaknya akan menegur dan memberikan sangsi kepada PPL tersebut. Pemerintah daerah Kabupaten Ngada seyogyanya telah menempatkan satu PPL di satu desa yang ada di Kabupaten Ngada.

Satu unit kios yang beralamat di Jalan Pea Mole, Kampung Boripo, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada hangus dilahap si jago merah, Selasa 27 April 2021.
Satu unit kios yang beralamat di Jalan Pea Mole, Kampung Boripo, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada hangus dilahap si jago merah, Selasa 27 April 2021. (ISTIMEWA/)

Baca juga: Di Kabupaten Ngada Bocah 4 Tahun yang Tewas Terseret Air Alami Luka Lecet di Bagian Kepala

"Kalau dengan kinerja para PPL seperti ini, tentunya kami segera akan melakukan evaluasi kinerja mereka," pungkasnya.

Terkait dengan permintaan bantuan, jelas paskalis, pihaknya telah melakukan pendataan, untuk nantinya dapat ditindaklanjuti baik oleh pemerintah daerah maupun juga oleh pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved