Breaking News:

Puluhan Hektar Sawah di Persawahan Ogi Kabupaten Ngada Terancam Gagal Panen

Akibatnya puluhan hektar sawah tersebut terncam gagal panen pada musim panen tahun 2021.

POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kondisi puluhan hektar sawah di persawahan Ogi yang terserang hama. Gambar diambil, Rabu 28 April 2021.  

Puluhan Hektar Sawah di Persawahan Ogi Kabupaten Ngada Terancam Gagal Panen

POS-KUPANG.COM | BAJAWA--Puluhan hektar sawah yang berada di daerah persawahan Ogi, Kelurahan Faubata, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada diserang hama. Hama yang menyerang padi milik masyarakat tersebut adalah hama blas daun dan leher.

Akibatnya puluhan hektar sawah tersebut terncam gagal panen pada musim panen tahun 2021.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh Pos Kupang, Rabu 28 April 2021 daun padi sawah yang ada di persawahan Ogi menguning. Begitu juga bulir padi yang mulai muncul juga mengering.

Salah seorang petani, Yeli Lalu mengatakan, hampir semua sawah milik warga di daerah persawahan Ogi diserang hama. Dirinya tidak mengetahui hama jenis apa yang menyerang hampir sebagian besar sawah milik mereka. Hal itu karena petugas PPL tidak pernah turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan.

Pengurus Yayasan AW saat menyerahkan separangkat Soundsystem untuk KOMPAK di Kampung Adat Maghilewa Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Flores Nusa Tenggara Timur, Sabtu 17 April 2021.
Pengurus Yayasan AW saat menyerahkan separangkat Soundsystem untuk KOMPAK di Kampung Adat Maghilewa Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Flores Nusa Tenggara Timur, Sabtu 17 April 2021. (POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA)

"Kami petani ini tidak tau hama jenis apa yang menyerang padi di sawa kami. Karena petugas PPL tidak pernah turun ke sini. Yang kami tau hanya kerja saja," ungkapnya.

Baca juga: Di Kabupaten Ngada Bocah 4 Tahun yang Tewas Terseret Air Alami Luka Lecet di Bagian Kepala

Yeli mengungkapkan, kondisi tersebut memang baru pertama kali terjadi di wilayah persawahan Ogi, sehingga dipastikan puluhan hektar sawah milik warga di persawahan Ogi terancam gagal panen.

Dijelaskan, hama yang menyerang padi milik warga terjadi sejak badai seroja yang melanda Provinsi NTT termasuk di Kabupaten Ngada. Dan bahkan serangan hama tersebut begitu cepat.

"Apalagi dari dinas pertanian sampai dengan hari ini belum turun. Para PPL juga tidak pernah ke kami sehingga kami mengalami kesulitan untuk mengatasinya bagaimana," ujarnya.

Bupati Ngada, Paru Andreas saat menyampaikan LKPJ di ruang sidang paripurna DPRD Kabupaten Ngada, Senin 12 April 2021.
 
Bupati Ngada, Paru Andreas saat menyampaikan LKPJ di ruang sidang paripurna DPRD Kabupaten Ngada, Senin 12 April 2021.   (POS KUPANG.COM/THOMAS MBENU NULANGI)

Yeli berharap, dinas pertanian Kabupaten Ngada segera turun ke lapangan untuk mengatasi masalah yang sedang di hadapi oleh petani sawah di persawahan Ogi. Hal itu supaya pihaknya dapat mengatasi masalah hama tersebut.

Baca juga: Jumlah Kasus DBD di Kabupaten Ngada Tahun 2021 Hanya 39 Kasus, Simak Penjelasan Kadis Kesehatan

"Kami juga meminta supaya pemerintah daerah Kabupaten Ngada daoat mengatasi masalah ini, karena sudah dipastikan gagal panen. Kami minta supaya siapkan bantuan beras kepada para petani sawah yang padi sawah terserang hama ini," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved