Breaking News:

Lahan Relokasi Warga di Kota Kupang Terdampak Badai Seroja Belum Dapat Dipastikan, Ini Kata Wawali

Lahan Relokasi Warga di Kota Kupang Terdampak Badai Seroja Belum Dapat Dipastikan, Ini Kata Wawali

Lahan Relokasi Warga di Kota Kupang Terdampak Badai Seroja Belum Dapat Dipastikan, Ini Kata Wawali
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man

Lahan Relokasi Bagi Warga di Kota Kupang Yang Terdampak Badai Seroja Belum Dapat Dipastikan

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Lahan untuk relokasi warga terdampak korban bencana badai siklon Seroja hingga saat ini masih dilakukan survey oleh pemrintah kota Kupang.

"Lokasinya untuk sementara di Manulai, saya kira untuk saat ini belum bisa dipastikan, karena kita belum tauh berapa banyak," jelas wakil walikota Kupang, Hermanus Man, Kamis 29 April 2021.

Ia mengatakan, hal ini dikarenkan proses relokasi tidak semudah yang dikerjakan. Apalagi, kata dia, relokasi akan berkaitan dengan perencanaan lokasi, hingga kriteria masyarakat yang akan direlokasi.

Disebutkannya, proses relokasi waktunya sangat panjang dan tidak bisa dikerjakan secara cepat. Saat ini, menurutnya, pemkot masih fokus pada tahap pemulihan bagi korban terdampak Seroja.

Sebelumnya, pada tanggal 18 April 2021 lalu, walikota Kupang, Jefri Riwu Kore, mengatakan tahap relokasi bagi warga terdampak badai Seroja akan dilakukan secepatnya.

"Kita paling cepat, kita sudah selesai sampai tahap lihat lokasi dengan anggaran pusat. Kita hanya membantu administrasi saja," ujarnya, saat menghadiri pelepasan bantuan di kantor DPD Gerindra NTT, Minggu 18 April 2021.

Jefri juga menjelaskan, kerusakan rumah dengan kategori berat akan dibantu oleh pemerintah pusat, sedangkan rumah rusak sedang dan rusak ringan  juga dibantu oleh pemerintah pusat dalam bentuk uang tunai.

Dijelaskannya, proses validasi dan verifikasi oleh pemkot telah dilakukan bersama pihak BNPB yang kebetulan berada di NTT.

Untuk diketahui, saat ini pemerintah kota Kupang telah menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) tahap I bagi 261 warga kota Kupang yang terdampak dan memiliki kerusakan rumah berkategori berat.

Per kepala keluaraga akan menerima Rp 500 ribu per bulan. Saat ini, proses penyaluran akan segera dimulai yang disalurkan melalui rekening masing-masing kepala keluarga.

Di NTT, DTH yang disalurkan BNPB sebesar 7,4 miliar bagi 20 kabupaten/kota di NTT yang merupakan daerah terdampak badai siklon Seroja.

"Uang ini merupakan tahap pertama, dan akan diberikan selama warga menunggu proses dibangunnya rumah.
Kurang lebih seminggu kedepan agar bisa di terima oleh warga terdampak dengan tujuan mengurangi beban," jelas perwakilan BNPB, Brigjen Syahyudi saat menghadiri acara penyerahan DTH di kantor walikota Kupang, Kamis 29 April 2021.

Ia juga kembali menegaskan agar Pemkot segera memproses data bagi warga terdampak badai yang saat ini belum diajukan pada bantuan DTH tahap I untuk dikirim sebelum tanggal 30 April 2021 besok. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)

Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man
Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man (POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati)
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved