Breaking News:

Buntut Kasus Penganiayaan Hingga Korban Meninggal di Ngada, Polisi Segera Lakukan Operasi Miras

Buntut kasus penganiayaan hingga korban meninggal di Kabupaten Ngada, Polres Ngada segera lakukan operasi miras

POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu I Ketut Rai Artika 

Buntut kasus penganiayaan hingga korban meninggal di Kabupaten Ngada, Polres Ngada segera lakukan operasi miras

POS-KUPANG.COM | BAJAWA-Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu I Ketut Rai Artika saat ditemui di ruang kerjannya, Rabu (27/4/2021) mengatakan, pihaknya segera melakukan operasi miras di Kabupaten Ngada.

Operasi tersebut dilakukan karena rata-rata akan permasalahan yang terjadi di Kabupaten Ngada disebabkan oleh miras.

Untuk itu, pihaknya segera berkoordinasi dengan satuan narkoba untuk segera melakukan operasi miras di wilayah hukum Polres Ngada.

Baca juga: China Kirim Kapal Penjaga Pantai ke Senkaku, Jepang dan Amerika Beri Peringatan Keras, Bakal Perang?

Baca juga: Polisi Periksa Pelaku dan Saksi Kasus Penganiayaan di Ngada

"Saya akan sampaikan ke Pak Kapolres nanti Pak Kapolres yang memerintahkan Kasat Narkoba untuk melakukan operasi," kata I Ketut kepada Pos Kupang saat ditemui di ruang kerjannya, Rabu (27/4/2021).

I Ketut mengungkapkan, selama dirinya bertugas di Polres Ngada, pokok permasalahan yang terjadi selama ini akibat dari meneguk minuman keras, sehingga perlu dilakukan operasi miras di wilayah hukum Polres Ngada.

Diberitakan sebelumnya, kasus penganiayaan berujung pada kematian kembali terjadi di Kabupaten Ngada. Kasus tersebut terjadi di Kampung Sabu, Kelurahan Aimere, Kecamatan Aimere, Senin (26/4/2021).

Korbannya adalah Yeri Dima (45) dan pelaku adalah Beni Pole (45). Keduanya merupakan warga kampung sabu.

Baca juga: Anggota Fraksi Demokrat DPR RI Temui Gubernur NTT

Baca juga: BREAKING NEWS: Ketua Umum Demokrat AHY Bertemu Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat

Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu I Ketut Rai Artika mengatakan bahwa kejadian bermula ketika pada, Senin (26/4/2021) tepat pukul 06:00 Wita ada acara tolak perahu milik Jemi Doko di kampung tersebut.

Kegiatan tolak perahu tersebut mengikutsertakan korban, pelaku dan para saksi, oleh karena mereka merupakan teman dekat, dimana mereka sering melakukan kegiatan ditengah masyarakat secara bersama-sama.

Halaman
12
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved