Breaking News:

INTI NTT Serahkan Bantuan Kasur untuk Korban Seroja di Kelurahan Oebufu Kota Kupang

beserta alas dan selimut. Selain itu juga diberikan beras, mie instan, snack dan susu kepada anak-anak penghuni tenda.

POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
INTI NTT serahkan bantuan kepada 17 warga pemilik rumah di bantaran sungai Liliba yang hilang pada badai siklon Seroja.  

INTI NTT Serahkan Bantuan Kasur untuk Korban Seroja di Kelurahan Oebufu Kota Kupang

POS-KUPANG.COM | KUPANG-- Tim lapangan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) terus melanjutkan aksi kemanusiaan yang sudah berlangsung sejak 9 April 2021).

Diantaranya untuk warga di kampung Amnuban yang rumahnya hilang disapu longsor dan banjir pada bencana badai siklon tropis Seroja 4-5 April 2021 yang meluluh lantakkan sebagian besar wilayah NTT, INTI memberikan bantuan berupa perlengkapan tidur, sembako, obat-obatan, snack dan susu.

Kepada 24 kepala keluarga warga RT 12/ RW 03 Kelurahan Oebufu kota Kupang yang saat ini masih tinggal di tenda pengungsian. INTI NTT menyerahkan kasur berukuran 150cm x 200cm tebal 20 cm beserta alas dan selimut. Selain itu juga diberikan beras, mie instan, snack dan susu kepada anak-anak penghuni tenda.

AKSI KEMANUSIAAN -- Organisasi sosial kemasyarakatan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTT lakukan aksi kemanusiaan bantu korban badai siklon tropis Seroja.
AKSI KEMANUSIAAN -- Organisasi sosial kemasyarakatan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTT lakukan aksi kemanusiaan bantu korban badai siklon tropis Seroja. (ISTIMEWA)

Terlihat dari tim lapangan INTI, hadir juga Daniel Para, Melkior Radja, Christofel Liyanto, dr Christian Widodo, Mirah Tini Singgih, Fatimah Suryani dan Linda Lee.

Baca juga: INTI NTT Distribusi Bantuan Setiap Hari Bagi Korban Badai Siklon

"Lokasi ini sangat parah. Akibat banjir yang terjadi ketika badai Seroja ada 17 rumah yang hilang terbawa longsor. Warga sekarang terpaksa tidur di tenda bantuan dari Dinas Sosial Kota Kupang.  Longsor yang terjadi sudah menghanyutkan rumah mereka beserta seluruh isinya. Untung longsor itu terjadi pada 4 April siang sehingga penghuni rumah sudah keluar menjauh dari lokasi longsor. Kalau saja terjadi dimalam hari, pasti akan banyak korban jiwa," Demikian ujar pendeta Barber, Gembala Jemaat GIDI mewakili para korban. 

BAKTI SOSIAL -- INTI NTT menggelar bakti sosial di Pasar Tradisional Oeba, Jumat 26 Maret 2021.
BAKTI SOSIAL -- INTI NTT menggelar bakti sosial di Pasar Tradisional Oeba, Jumat 26 Maret 2021. (pk/yen)

Bangunan gereja GIDI yang dekat lokasi longsor termasuk salah satu korban yang juga sedikit mengalami kerusakan.

Keterangan ini dibenarkan oleh koordinator pengungsi, Mince Kase.

Baca juga: INTI NTT Kembali Berbagi Makan Siang Rp 2.000 di Pasar Oesapa

"Waktu itu kami semua sudah menjauhi lokasi ketika tanah mulai bergerak sehingga tidak ada korban jiwa. Pada kesempatan yang baik ini kami mengucapkan limpah terim akasih kepada Perhimpunan Indonesia Tionghoa yang bersedia datang menolong kami. Walau kami harus kehilangan rumah, kami sekarang merasa bahwa kami semua masih punya saudara yang rela datang berbagi kasih walaupun kita tidak saling kenal," imbuh Mince Kase.

Ketua INTI NTT, Theo Widodo, ketika menghubungi POS-KUPANG.COM  Minggu 25 April 2021malam, menyampaikan INTI NTT tentunya senang bisa meringankan beban saudara/i korban bencana.

Warga Pasar Oebobo makan siang dalam perayaan Imlek, Selasa 23 Fenruari 2021.
Warga Pasar Oebobo makan siang dalam perayaan Imlek, Selasa 23 Fenruari 2021. (ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM)

"Walaupun kami juga terdampak badai dasyat yang belum pernah terjadi selama ini, kami sadar bahwa beban yang bapa ibu pikul yang sampai-sampai harus kehilangan rumah ini sungguh sangat berat. Jauh lebih berat daripada kami semua. Semoga aksi kemanusiaan ini bisa menggugah kelompok dan organisasi masyarakat lain untuk turut bergerak bersama menolong bapa ibu. Kalau semua bergerak membantu walaupun masing-masing dalam jumlah yang tidak banyak, secara keseluruhan pasti akan sangat berarti buat saudara saudara kita yang sedang mengalami kesusahan ini," tuturnya.

Baca juga: Rayakan Imlek, INTI NTT Siapkan Makan Siang Seharga Rp 2.000 untuk Warga Pasar 

dr Christian Widodo sebagai salah satu anggota INTI selanjutnya menjelaskan tentang obat-obatan yang diberikan termasuk obat batuk pilek dan obat cacing.

Theo Widodo  PD Perhimpunan INTI NTT menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak bencana erupsi gunung Ile Lewotolok, Lembata yang dikirim melalui ekspedisi JNE Cabang Kupang, Kamis 3 Desember 2020
Theo Widodo PD Perhimpunan INTI NTT menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak bencana erupsi gunung Ile Lewotolok, Lembata yang dikirim melalui ekspedisi JNE Cabang Kupang, Kamis 3 Desember 2020 (Pos Kupang.com, Intan Nuka)

Aksi kemanusian INTI NTT ini dilanjutkan ke lokasi lain. Kepada warga pemilik rumah sederhana yang terdampak berat INTI memberikan bantuan berupa seng gelombang tebal 030, paku seng dan sembako.

"Kami senang menerima bantuan ini. Kami merasa punya saudara yang masih memperhatikan kami disaat susah begini," ujar salah satu pemilik rumah yang tidak mau namanya disebutkan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati).

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved