Breaking News:

Opini Pos Kupang

Mati Listrik dan Nomophobia

Bencana Badai Siklon Tropis yang melanda wilayah NTT beberapa waktu lalu menyebabkan banyak hal yang rusak dan terganggu

Mati Listrik dan Nomophobia
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

Penggunaan yang berlebihan dapat menimbulkan perilaku adiktif dan ketergantungan, kedua hal tersebut merupakan indikasi dari kecenderungan nomophobia.

Berdasarkan pemahaman tentang nomophobia yang memiliki definisi dengan cakupan cukup luas, maka bisa ditarik suatu benang merah bahwa dampak dari mati listrik yang terjadi beberapa waktu lalu, secara tidak langsung telah mengakibatkan sebagian masyarakat kita mengalami nomophobia.

Argumen saya ini didasari atas aspek nomophobia yang dijelaskan dalam hasil riset Yildirim dan Correia (2015) yakni, tidak bisa berkomunikasi (not being able to communicate), kehilangan koneksivitas (losing connectedness), tidak mampu mengakses informasi (not being able to communicate), dan menyerah pada kenyamanan (giving up convenience).

Memang kalau berkaca pada aspek tersebut, mungkin tingkatnya belum terlalu parah, tetapi jika melihat trend yang ada, gangguan ini bisa berbahaya jika ketergantungan kita pada listrik dan handphone sangat kuat.

Lebih jauh dari itu, merasa takut dan cemas berlebihan ketika baterai handphone dalam keadaan low battery; atau tidak bisa mengakses medsos karena jaringan internet eror; atau merasa kesal yang tidak wajar apabila tidak bisa mengakses handphone; adalah sedikit contoh nyata yang patut kita refleksikan bersama.

Karena itu, untuk mencegah agar gangguan nomophobia tidak sampai terjadi pada saat mati listrik atau pada situasi lain, maka kita perlu melakukan berbagai aktivitas lain yang bisa membuat kita tidak jenuh, melakukan hobi yang selama ini belum sepenuhnya tersalurkan, berkreasi menghasilkan alternatif lain ketika terjadi mati listrik atau hal-hal lain yang membuat aktivitas kita terganggu, dan berbagai cara lain yang kita sendiri tahu. Intinya adalah jangan sampai kita sangat tergantung pada Hp, sebab dari situlah gejala nomophobia berkembang. (*)

Kumpulan Opini Pos Kupang

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved