Breaking News:

 Proyeksi Ekonomi NTT Tahun 2021 Membaik, APBN Dorong Pemulihan Ekonomi, Simak Penjelasan Kakanwil

 Proyeksi Ekonomi NTT Tahun 2021 Membaik, APBN Dorong Pemulihan Ekonomi APBN dan PEN juga telah terbukti mendorong pemulihan ekonomi di NTT

POS-KUPANG.COM / INTAN NUKA /
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Lydia Kurniawati Christyana dalam Press Release Pelaksanaan APBN Triwulan I Tahun Anggaran 2021 yang dilakukan secara virtual dari Kanwil DJPb NTT Gedung Keuangan Negara Lantai III, Jumat (23/4) pagi. 

Proyeksi Ekonomi NTT Tahun 2021 Membaik, APBN Dorong Pemulihan Ekonomi

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka

POS-KUPANG.COM ǀ KUPANG – Negara melalui APBN hadir untuk mendorong pemulihan ekonomi Indonesia. APBN berhasil menahan kontraksi ekonomi lebih dalam dan berlanjut untuk tahun 2021. APBN dan PEN juga telah terbukti mendorong pemulihan ekonomi di NTT. Hal itu terlihat dari ekonomi NTT tahun 2020 yang terkontraksi 0,83 persen masih lebih baik dibandingkan PDRB nasional yang terkontraksi lebih dalam mencapai 2,17 persen

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Lydia Kurniawati Christyana dalam Press Release Pelaksanaan APBN Triwulan I Tahun Anggaran 2021 yang dilakukan secara virtual dari Kanwil DJPb NTT Gedung Keuangan Negara Lantai III, Jumat (23/4) pagi.

Menurut Lydia, ekonomi NTT tahun 2021 diproyeksikan tumbuh lebih baik, salah satunya dengan dorongan vaksinasi yang mana meningkatkan aktivitas masyarakat. Namun, bencana alam akibat siklon tropis seroja akan menjadi faktor penahan pertumbuhan perekonomian NTT di triwulan II-IV 2021. Hal itu karena adanya penurunan mobilitas ekonomi.

“Jika mobilitas orangnya menurun, otomatis mobilitas ekonominya pasti akan menurun,” ujar Lydia.

Apabila tidak ada bencana alam, kata Lydia, maka proyeksi pertumbuhan ekonomi 5,1-5,3 persen. Sedangkan proyeksi optimis paska-bencana berada di kisaran 4,2-4,5 persen.

“Apa yang bisa kita lakukan? Ya melalui APBN,” Lidya menegaskan.

Secara gamblang Lydia menyebut, pendapatan negara pada triwulan I telah terealisasi sebesar Rp578,1 miliar, tumbuh dua persen dibandingkan dengan triwulan I tahun 2020. Belanja negara juga mengalami pertumbuhan 62 persen  dibanding tahun lalu atau terealisasi Rp3,036 triliun. Peningkatan ini dikarenakan perubahan jenis kontrak tahun 2020 menjadi multiyear, sehingga pembayaran termin dapat dilakukan di awal tahun. Komitmen untuk mendorong percepatan belanja dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi juga disadari dan diwujudkan oleh satker.

“Ini yang harus diketahui, bagaimana negara melalui APBN bekerja keras mendorong pemulihan ekonomi. Realisasi belanja pemerintah pusat mencapai 20,39 persen dan transfer ke daerah dan dana desa terealisasi sebesar 8,49 persen,” jelas Lydia.

Baca juga: Danrem 161/Wira Sakti Beri Bantuan kepada Korban Bencana Banjir di Kabupaten TTU, Simak Beritanya

Baca juga: 263 Siswa SMAN 1 Waingapu - Sumba Timur Sudah Selesai Ujian, Begini Penjelasan Kepseknya

Halaman
12
Penulis: F Mariana Nuka
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved