Breaking News:

Kisah Retnowati, Menyaksikan Jenazah Sang Suami Terakhir Diatas Keranda

pesepeda senior yang juga penjaga salah satu Musolah di kota Kupang ini, dikabarakan meninggal usai tabrakan beruntun

POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Istri Sirajudin Retnowati Titik Utari (kiri) dan anaknya Afwan Bimantoro (kanan).  

Kisah Retnowati, Menyaksikan Jenazah Sang Suami Terakhir Diatas Keranda

POS-KUPANG.COM | KUPANG --Retnowati Titik Utari, wanita berusia 59 tahun tak bisa menahan tangisnya ketika melihat jasad suaminya, Sirajudin Bin Hasan, terbaring kaku di atas keranda dan hanya memancarkan senyum melihat ia dan anaknya tiba.  

"Kita lihat jenazahnya, Tapi kok dia senyum, setelah kita datang,  dengan anaknya dia keluar air matanya," kisah Retno, menemani jenazah sang suami di masjid Al Fatah, kampung Solor, kota Kupang, Jumat 23 April 2021. 

Sirajudin, pesepeda senior yang juga penjaga salah satu Musolah di kota Kupang ini, dikabarakan meninggal usai tabrakan beruntun di ruas jalan Frans Seda, tepatnya di lampu merah patung kirab, pada Jumat, 23 April 2021 sekira pukul 09.30 WITA. 

Retno yang kesehariannya mengajar di SLBN, mengaku sejak pagi sebelum kabar duka menghampirinya, ia sedang memeriksa tugas dari anak muridnya. 

Sebagai seorang istri, tentunya Retno berfirasat tentang sesuatu terhadap suaminya. Sejak pagi, sebelum kejadian nahas itu, suaminya meminyaki sepeda agar tetap awet. 

Baca juga: Tabrakan Maut di Lokasi Patung Kirab - Kota Kupang Tewaskan Seorang Penjaga Mushola, Kronologis

Usai membersihkan sepeda, suaminya melihat - lihat foto keluarga yang dipajang di ruang tamu. 

"Dia lihat - lihat foto kami berempat, waktu anak - anak masih bayi, lama sekali, tapi saat itu saya gak firasat bakal kayak gini," ungkap Retnowati, terus berurai air mata. 

Selesai melihat foto, Sirajudin berpamitan untuk bersepeda, sang istri, Retnowati hanya menatap suaminya berlalu dengan sepeda kesayangannya. Dia tak menyangka bahwa musibah ini akan menimpa keluarganya. 

Pesepeda Senior Udin Muda semasa hidupnya. Udin Muda meninggal dalam lakalantas maut di lampu merah Jalan Frans Seda, Kota Kupang, NTT, Jumat 23 April 2021
)
Pesepeda Senior Udin Muda semasa hidupnya. Udin Muda meninggal dalam lakalantas maut di lampu merah Jalan Frans Seda, Kota Kupang, NTT, Jumat 23 April 2021 ) (dok udin muda)

"Saya lagi periksa tugas anak-anak tuna netra, kok perasaan saya gak enak, salah-salah terus. Ternyata saya dapat kabar bahwa suami saya celaka dan meninggal," ujar Retnowati penuh haru. 

Halaman
12
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved