Breaking News:

Ramadan 2021

Aneka Menu di Kota Kupang Sebagai Santapan Buka Puasa Diperiksa BPOM

kegiatan yang dilakukan hari ini merupakan skala nasional yang bertujuan untuk melakukan pengawasan terhadap penjualan takjil.

POS KUPANG.COM/IRFAN HOI
BPOM saat sedang melakukan pengambilan sampel dan pengujian. 

Aneka Menu di Kota Kupang Sebagai Santapan Buka Puasa Diperiksa BPOM

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menggelar pemeriksaan terhadap sajian menu saat berbuka puasa (takjil) yang dijual di sepanjang jalan Ir. Soekarno, Bonipoi, kota Kupang.

Dalam pemeriksaan kali ini, BPOM melibatkan tiga tim yakni tim pengambil sampel, tim penyuluhan dan tim uji.

Kepala BPOM Kupang, Tamran Ismail, S. Si, MP, mengatakan, kegiatan yang dilakukan hari ini merupakan skala nasional yang bertujuan untuk melakukan pengawasan terhadap penjualan takjil.

"Untuk masyarakat atau umat muslim yang membeli makanan atau menu berbuka puasa, harus dijamin keamanannya, sehingga tidak berdampak negatif terhadap kesehatan," ucap Tamran, Kamis 22 April 2021.

Baca juga: Inilah Tips Anti Bibir Pecah-pecah Saat Jalani Puasa Ramadan 2021, Cobain Yuk Guys

Ia menjelaskan, di NTT khususnya, mengkonsumsi takjil tidak hanya umat muslim saja, untuk itu BPOM akan terus melakukan pengawasan secara berkala menjaga keamanan dari makanan itu.

Dalam pengujian di lapangan ini, Tamran mengungkapkan, hasil tes akan langsung diketahui oleh pihaknya. Sementara bagi produk makanan yang terindikasi menggunakan bahan berbahaya akan, BPOM akan melakukan pengujian lebih lanjut di laboratorium.

Kepala BPOM Kupang, Tamran Ismail, S.Si, MP saat sedang memberikan keterangan pers. 
Kepala BPOM Kupang, Tamran Ismail, S.Si, MP saat sedang memberikan keterangan pers.  (POS KUPANG.COM/IRFAN HOI)

"Ini menggunakan alat rapid tes skrit, ini hanya mengscreening awal saja seperti itu," imbuhnya.

Untuk mendapat hasil dari satu sampel, alat tersebut membutuhkan waktu antara 2 sampai 3 menit.

Baca juga: Yuk Baca Niat Makan Sahur Puasa Ramadan 2021, Hukumnya Wajib Loh

Diterangkannya, BPOM sendiri lebih fokus pada penggunaan bahan dalam makanan tersebut seperti bahan pewarna berbahaya, boraks pada pentolan, formalin pada daging. Fokus ini, menurutnya, dilakukan pengawasan lebih ekstra dari BPOM.

Tamran mengakui, hasil pengujian terhadap 30 sampel makanan dan minuman di lokasi tersebut diketahui masih memenuhi syarat penjualan dan konsumsi.

Para penjual yang kedapatan menggunakan bahan berbahaya, kata Tamran, akan dilakukan pemanggilan oleh BPOM dan selanjutnya akan diberikan edukasi agar tidak lagi menggunakan bahan berbahaya dalam makanan.

BPOM saat sedang melakukan pengambilan sampel dan pengujian.
BPOM saat sedang melakukan pengambilan sampel dan pengujian. (POS KUPANG.COM/IRFAN HOI)

Baca juga: Lupa Mandi Junub Saat Ramadan 2021, Ini Hukumannya, Batalkan Puasa?

"Karena kebanyakan yang penjual takjil itu UMKM, jadi kalau ada hasil yang positif itu kita lakukan pembinaan. Kita panggil, misalnya dia menggunakan pewarna tekstil, kita suruh untuk menggantinya, begitu," terangnya.

Penjual tersebut, sambungnya, akan dilakukan pengawasan sejak pemanggilan agar memastikan penjual tidak lagi menggunakan bahan berbahaya dalam makanan.

Dalam perencanaan, BPOM Kupang akan melakukan pemeriksaan di semua tempat penjualan takjil yang berada di wilayah kota Kupang dan akan disesuaikan waktunya dalam pemeriksaan tiap tempat. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved