Breaking News:

Pertengahan April Kasus Covid-19 Menurun, Ini Penyebabnya

Dinas Kesehatan Kota Kupang mencatat adanya penurunan kasus Covid-19 di Kota Kupang pada Maret lalu dan di pertengahan April

POS KUPNG.COM/YENI RACHMAWATI
Sri Wahyuningsi 

POS-KUPANG.COM | KUPANG-- Dinas Kesehatan Kota Kupang mencatat adanya penurunan kasus Covid-19 di Kota Kupang pada Maret lalu dan di pertengahan April.

Selama April kasus Covid-19 di Kota Kupang sebanyak 190 kasus. Angka ini dapat dikatakan menurun dibanding Februari dan Maret.

Kepala Bidang Penanganan dan Penanganan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuningsi, mengatakan ada beberapa faktor yang mendukung penurunan kasus Covid-19 di Kota Kupang, yaitu dampak dari pemberian vaksinasi dan juga kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang terus meningkat.

Termasuk juga, kata Sri, kesadaran masyarakat untuk mendapatkan pemeriksaan dan melakukan isolasi secara mandiri.

Baca juga: Tim Verifikasi Rumah Rusak Akan Lakukan Uji Publik di Kelurahan

Baca juga: Varian Baru Covid-19 Mengancam Indonesia, Ini Imbauan Kadis Kesehatan NTT

Sri menjelaskan, pada Januari kemarin, terjadi penambahan kasus 1.541 kasus, sementara pada Februari terjadi peningkatan kasus dengan jumlah tambahan kasus 2.237 kasus, sementara Maret, terjadi penurun dan jumlah kasus pada Maret 1.420 kasus.

Sedangkan pertengahan April 190 kasus. Untuk itu, kata Sri, semua Puskesmas terus melakukan kontak tracing dan PcR.

"Pada prinsipnya semua puskesmas sudah melakukan tracing dan test. Untuk menjadi perhatian dan menjadi peran semua pihak adalah pengawasan dan pemantauan isolasi mandiri. Jadi bukan hanya tenaga kesehatan yang berperan tetapi juga dari Babinsa, Babinkantibmas, lurah, serta RT dan RW," tuturnya.

Baca juga: Relokasi Warga Korban Bencana di Pulau Adonara Terkendala Lahan dan Budaya

Baca juga: Kepala Bakesbangpol NTT Ungkap Nilai Merah Indikator Indeks Demokrasi NTT Dua Tahun Terakhir

Sri mengatakan kedepan Dinas Kesehatan berupaya agar isolasi mandiri dipantau oleh masing-masing RT. Karena kalau sudah dilakukan tes dan tracing tetapi ketika melakukan isolasi mandiri tidak dilakukan secara baik maka penularan akan terjadi.

Dinas Kesehatan, lanjutnya, tetap berpegang pada KMK Kemenkes, untuk melakukan test dan tracing.

"Semua penderita Ispa wajib melakukan test antigen. Jadi kita benar-benar melakukan pemantauan bagi semua masyarakat. Kalau mereka yang menderita ISPA dan bergejala maka harus melakukan rapid antigen," katanya.

Bila hasilnya positif, lanjutnya, maka harus melakukan isolasi dan harus melakukan tes dan tracing.

Kedepan, kata Sri, akan diberlakukan sistem Silacak. Puskesmas bekerja sama dengan Babinsa dan Babinkantibmas, kelurahan, serta RT dan RW yang mana wajib melakukan pemantauan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Berita Kota Kupang

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved