Breaking News:

Berita Belu Bersinar

Aloysius Haleserens Ingatkan Pimpian Organisasi Perangkat Daerah Soal Data  

Aloysius Haleserens Ingatkan Pimpian Organisasi Perangkat Daerah Soal Data Wakil Bupati Belu terpilih, Drs. Aloysius Haleserens, MM (paling kanan) sa

Aloysius Haleserens Ingatkan Pimpian Organisasi Perangkat Daerah Soal Data  
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
WAKIL BUPATI TERPILIH---Wakil Bupati Belu terpilih, Drs. Aloysius Haleserens, MM (paling kanan) saat memberikan arahan dalam  Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Recana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun anggaran 2022 di GOR L.A Bone, Selasa (20/4/2021).

Aloysius Haleserens Ingatkan Pimpian Organisasi Perangkat Daerah Soal Data  

POS KUPANG.COM-----Wakil Bupati Belu terpilih, Drs. Aloysius Haleserens, MM mengingatkan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memperhatikan data. Data menjadi sangat penting dalam merencanakan sebuah pembangunan daerah.

Terutama data yang berkaitan dengan urusana pelayanan dasar masyarakat seperti data kependudukan, data petani, nelayan, pedagang dan data potensi daerah.

Alo Serens menyampaikan penegasan itu saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Recana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Belu tahun anggaran 2022 di GOR L.A Bone, Selasa (20/4/2021).

Menurut Alo Serens, di era kepemimpinan mereka, base data menjadi hal penting yang harus diperhatikan supaya tidak terjadi tumpang tindih program dan sasarannya.

Ia mencontohkan, satu ekor sapi bantuan pemerintah bisa dimiliki lima orang. Hal ini bisa terjadi karena data tidak valid. 

Selain data, Alo Serens juga mengkritisi soal pendampingan program pemberdayaan masyarakat yang belum optimal. Dampaknya bantuan yang diberikan pemerintah tersebut menjadi tidak terkontrol dan hasilnya tidak ada.

Bahkan ketika pemerintah mengecek dan menanyakan bantuan justru mendapat jawaban yang tidak sesuai dari masyarakat.

Lagi-lagi ia mencontohkan, ketika pemerintah menanyakan soal bantuan ternak sapi di masyarakat, jawabannya sapi bantuan dari pemerintah sudah mati, sapi yang hidup adalah milik masyarakat sendiri. Kondisi ini punya kaitan dengan pendampingan yang lemah dan juga data sasaran bantuan.

Lebih lanjut Alo Seren mengatakan, salah satu program prioritas Paket Sehati adalah kesehatan, termasuk didalamnya stunting. Program ini berkaitan dengan data kependudukan. Dinas teknis harus memastikan data kependudukan seperti kepemilikan KTP, KK, akte dan dokumen lainnya. Sama halnya dengan stunting perlu diperhatikan dinas kesehatan.

Halaman
12
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved