PERANG Semakin Dekat, NATO Kirim 40.000 Psukan dan 15.000 Persenjataan ke Perbatasan Rusia

Pasukan Jerman sangat cepat mengusai sebagian besar Eropa sebelum akhirnya dikalahkan pasukan sekutu hingga perang dinyatakan berakhir pada 2 Septembe

Editor: Alfred Dama
via Intisari.grid.id
Tentara wanita Polandia, bagian dari pasukan NATO 

POS KUPANG.COM -- Perang dunia II diawali dengan penyerbuan tentara Jerman ke Polandia pada 1 September 1939

Pasukan Jerman sangat cepat mengusai sebagian besar Eropa sebelum akhirnya dikalahkan pasukan sekutu hingga perang dinyatakan berakhir pada 2 September 1945

Dan, Perang Dunia III diprediksi bakal pecah bila 100 ribu pasukan Rusia menyerbu Ukraina. Mengantisipasi itu, NATO mengirimkan 40 ribu pasukan.

Sementara pengamat menilah keterlibatan NATO dalam perag Rusia Ukraina akan menandai dimulainya Perang Dunia III

Dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara alias NATO bakal menempatkan 40.000 pasukan serta 15.000 item persenjataan dan perangkat keras militer di dekat perbatasan Rusia, terutama di wilayah Laut Hitam dan Baltik.

Secara keseluruhan, "40.000 tentara dan 15.000 item persenjataan dan perangkat keras militer, termasuk pesawat strategis, akan terkonsentrasi di dekat perbatasan Rusia," kata Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu , Selasa (13/4), seperti dikutip TASS.

Menurut dia, pasukan Amerika Serikat juga saat ini sedang bergerak dari Amerika Utara ke Eropa melalui Samudra Atlantik.

"Pasukan di Eropa bergerak menuju perbatasan Rusia. Pasukan dikumpulkan di kawasan Laut Hitam dan Baltik," ujarnya.

NATO Kirim 40.000 Psukan dan 15.000 Persenjataan ke Perbatasan Rusia
NATO Kirim 40.000 Psukan dan 15.000 Persenjataan ke Perbatasan Rusia (via Kontan.co.id)

"Amerika Serikat sedang memperkuat pengelompokan pasukan di Polandia dan negara-negara Baltik, konsep Four 30s telah diadopsi dan sedang diterapkan," ungkap Shoigu.

Konsep Four 30s mengacu pada penempatan 30 batalion pasukan, 30 skuadron pesawat tempur, dan 30 kapal perang dalam waktu 30 hari.

Latihan terbesar selama 30 tahun terakhir
Shoigu menambahkan, intensitas pengintaian udara dan laut pasukan NATO tahun ini meningkat dua kali lipat dibanding tahun lalu.

"Aliansi (NATO) setiap tahun mengadakan hingga 40 pelatihan besar yang jelas-jelas anti-Rusia di Eropa. Pada musim semi tahun ini, pasukan NATO meluncurkan latihan Defender Europe 2021, latihan terbesar selama 30 tahun terakhir," sebutnya.

Penempatan pasukan NATO merespon peningkatan kehadiran militer Rusia di perbatasan Timur Ukraina.

Pekan lalu, Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki menyatakan, tindakan Rusia di Timur Ukraina "sangat memprihatinkan".

"Amerika Serikat semakin prihatin dengan meningkatnya agresi Rusia di Timur Ukraina, termasuk gerakan Rusia di perbatasan Ukraina," ungkapnya, seperti dikutip CNN.

"Rusia sekarang memiliki lebih banyak pasukan di perbatasan Ukraina daripada sebelumnya sejak 2014. Lima tentara Ukraina telah tewas minggu ini saja. Ini semuanya sangat mengkhawatirkan," kata Psaki.

Dia menambahkan, peninjauan atas tindakan Rusia akan AS selesaikan dalam "minggu, bukan bulan".

Sementara Kanselir Jerman Angela Merkel meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menarik pasukan untuk meredakan situasi, menurut juru bicara Pemerintah Jerman.

Sebaliknya, Putin menuduh Ukraina melakukan "tindakan provokatif".

Rusia Tambah Kapal Perang ke Laut Hitam

Dua kapal perang Rusia melakukan transit di Bosphorus dalam perjalanan ke Laut Hitam pada Sabtu (17/4/2021). Tidak hanya itu, 15 kapal kecil menyelesaikan transfer ke laut saat Moskow meningkatkan kehadiran angkatan lautnya di Laut Hitam. Langkah ini dilakukan Rusia saat hubungannya dengan Barat dan Ukraina semakin memanas.

Melansir Reuters, pengerahan armada tersebut bertepatan dengan peningkatan besar-besaran pasukan Rusia di dekat Ukraina, sesuatu yang oleh Moskow disebut sebagai latihan pertahanan sementara, menyusul eskalasi pertempuran di timur Ukraina antara separatis yang didukung Rusia dan pasukan pemerintah Ukraina.

Hubungan Rusia dengan Washington, yang membatalkan pengerahan dua kapal perangnya sendiri ke Laut Hitam pekan lalu setelah protes sengit Rusia, berada pada titik terendah pasca-Perang Dingin.

Pasukan Rusia Dikumpulkan di Perbatasan, Ukraina Panik Diserbu , Begini Penjelasan  Kremlin
Pasukan Rusia Dikumpulkan di Perbatasan, Ukraina Panik Diserbu , Begini Penjelasan Kremlin (via kontan.co.id)

Moskow mengusir 10 diplomat AS pada hari Jumat sebagai pembalasan atas pengusiran diplomat Rusia dalam jumlah yang sama dari Amerika Serikat atas dugaan aktivitas memfitnah.

Rusia juga untuk sementara waktu membatasi pergerakan kapal perang asing "dan kapal negara lainnya" di dekat Krimea, yang dianeksasi dari Ukraina pada tahun 2014, sebuah tindakan yang dikutuk oleh Kyiv dan Washington.

Seorang reporter Reuters di Istanbul melaporkan, dua kapal pendarat kelas Ropucha Rusia dari Armada Utara Rusia, yang mampu membawa tank dan mengirimkan baju besi dan pasukan selama serangan pantai, melakukan transit di Bosphorus pada hari Sabtu.

Bala bantuan angkatan laut Rusia dalam bentuk dua kapal pendarat lagi, kali ini dari Armada Baltik Rusia, diperkirakan akan segera transit di Bosphorus.

Kantor berita RIA pada hari Sabtu juga melaporkan bahwa 15 kapal kecil dari armada Kaspia Rusia telah menyelesaikan transfer mereka ke Laut Hitam sebagai bagian dari latihan.

Wartawan Reuters yang sama juga melihat, sebagai tanda lebih lanjut dari ketegangan yang meningkat di wilayah tersebut, sebuah kapal yang membawa truk logistik dan peralatan untuk pasukan NATO di Rumania transit di Bosphorus pada Jumat malam.

Di St Petersburg, dinas keamanan FSB Rusia menahan seorang diplomat Ukraina, kata kementerian luar negeri Ukraina pada hari Sabtu.

Kantor berita Interfax sebelumnya mengutip FSB yang mengatakan Oleksandr Sosoniuk ditahan ketika dia mencoba mendapatkan informasi rahasia dari database penegakan hukum Rusia selama pertemuan dengan seorang warga Rusia. (Kontan.co.id)

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved