Jaksa Selidiki Proyek Pembangunan Lopo di Desa Leuntolu-Belu

Jaksa melakukan penyelidikan karena adanya indikasi penyelewengan dalam proyek tersebut.

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
Jaksa Selidiki Proyek Pembangunan Lopo di Desa Leuntolu-Belu
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Bangunan lopo di Desa Leuntolu, Kecamatan Raimanuk yang kini menuai masalah dan sudah ditangani Kejari Belu. 

Jaksa Selidiki Proyek Pembangunan Lopo di Desa Leuntolu-Belu

POS KUPANG.COM| ATAMBUA--Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu melakukan penyelidikan proyek pembangunan lopo di Desa Leuntolu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu.

Pembanguna lopo yang menggunakan dana desa tahun 2019 itu menelan anggaran 600 juta termasuk didalamnya biaya harian orang kerja (HOK). Jaksa melakukan penyelidikan karena adanya indikasi penyelewengan dalam proyek tersebut.

Saat ini penyidik jaksa sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi, baik unsur pemerintah desa dan juga rekanan. Jaksa masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang lainnya.

Kejari Belu, Alfons Loe Mau melalui Kasi Intel, Budi Raharjo mengatakan hal itu saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu 17 April 2021.

Menurut Budi, jaksa sementara lakukan penyelidikan kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi yang hingga saat ini belum selesai. Pasalnya, masih ada beberapa saksi yang perlu diperiksa lagi.

Baca juga: Di Kabupaten Belu - NTT Ada 26 Rumah Warga Korban Bencana yang Dipastikan Bangun Baru

Baca juga: Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Belu Terjunkan 305 Kader Pendataan Keluarga

Untuk diketahui, proyek pembangunan lopo ini dilakukan tahun anggaran 2019 dengan alokasi anggaran Rp 600 juta. Dalam rencana, jumlah lopo yang dibangun sebanyak 35 unit.

Tujuan pembangunan lopo ini adalah untuk menjual potensi desa oleh masyarakat setempat. Selain itu, jejeran lopo sepanjang jalan negara Atambua-Kefa ini juga bisa menjadi destinasi wisata baru. Karena di balik lopo tersebut terbentang luas hamparan sawah. 

Proyek lopo ini menuai indikasi penyelewengan setelah masyarakat menyampaikan pengaduaan ke DPRD Belu. Lalu, DPRD Belu melalui Komisi I melakukan monitoring di lapangan.

Ketua Komisi I, Benedictus Manek didampingi sejumlah anggota komisi I saat memantau proyek tersebut merasa kaget. DPRD menilai kondisi bangunan lopo tidak sesuai dengan anggarannya. Kualitas bahan bangunan dan juga penataan di lokasi proyek terkesan asal jadi.

Baca juga: Warga Korban Bencana di Kabupaten Belu Bersedia Direlokasi, Ini Penjelasan Kadis

Baca juga: Sepekan di Posko Pengungsian, Bernadina Usnat Tak Berjualan di Pasar Kabupaten Belu

Kepala Desa Leuntolu, Patrisius Luan dalam penjelasannya kepada DPRD mengatakan, total anggaran untuk proyek pembangunan lopo itu senilai Rp 600 juta. Untuk pembangunan fisik sebesar Rp 300 juta di tambah HOK 30 persen dari total anggaran. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas).

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved