Terlanjur Panas, Ternyata China Bukan Bidik Taiwan Tapi Negara Besar Ini, Amerika, Prancis Atau?
Terlanjur Panas, Ternyata China Bukan Bidik Taiwan Tapi Negara Besar Ini, Amerika, Prancis Atau?
POS-KUPANG.COM - Terlanjur Panas, Ternyata China Bukan Bidik Taiwan Tapi Negara Besar Ini, Amerika, Prancis Atau?
Presiden AS Joe Biden telah mempertahankan sikap keras terhadap China yang diwarisi dari pemerintahan Trump.
Itu termasuk dukungan yang lebih nyata untuk Taiwan, membuat marah China.
Baca juga: China beri Ancaman Keras ke Amerika Serikat, Beijing Ingatkan Paman Sam Jangan Main Api di Taiwan
Baca juga: China Serius Kerahkan Serangan Besar-besaran, Taiwan Ketar Ketir, Bakal Minta Bantuan Amerika?
China menganggap pulau itu sebagai bagian dari wilayahnya dan melihat Washington memberikan bantuan kepada orang Taiwan yang mencari kemerdekaan, garis merah untuk Beijing.
Dua pejabat militer AS, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan bahwa meskipun Amerika Serikat mengkhawatirkan aktivitas China di sekitar Taiwan, tidak ada kesan adanya serangan yang akan segera terjadi.
"Selama lima tahun terakhir, China telah menjadi inti dari strategi pertahanan nasional Amerika Serikat. Jadi tentu saja kami prihatin," kata seorang pejabat.
Namun, meningkatnya kehadiran militer China di dekat wilayah Taiwan sebenarnya bukan berniat membidik Taiwan.
Latihan kapal induk China dan meningkatnya serangan ke zona pertahanan udara Taiwan dalam beberapa pekan terus bermaksud memberikan pesan ke Washington untuk mundur.
Hal itu dikatakan sumber keamanan Taipei seperti dikutip Reuters, Jumat (16/4).
Peningkatan aktivitas militer China di dekat Taiwan ini menimbulkan kekhawatiran di Taipei maupun Washington.
Kendati pejabat kedua negara memahami bahwa latihan itu bukan tanda bahwa China akan segera menyerang.
Namun seorang pejabat yang mengetahui perencanaan keamanan Taiwan mengatakan, dari beberapa latihan perang, militer China mempraktikkan manuver penolakan akses untuk mencegah masuknya pasukan asing ke pertahanan Taipei saat perang terjadi.
Baca juga: Taiwan Mulai Panik Saat 25 Pesawat Tempur China Masuk Wilayahnya, Sebut Serangan Terbesar Beijing
Baca juga: Taiwan Mulai Panik Saat 25 Pesawat Tempur China Masuk Wilayahnya, Sebut Serangan Terbesar Beijing
"China mengklaim bahwa latihan itu berada di dekat Taiwan, tetapi menilai dari lokasinya, itu sebenarnya dimaksudkan untuk militer AS," kata pejabat di Taiwan yang berbicara dengan syarat anonim.
Ketika China berlayar dengan kelompok kapal induk di dekat Taiwan pekan lalu, angkatan udaranya mensimulasikan serangan terhadap kapal-kapal Amerika Serikat (AS), meskipun tidak ada kapal Angkatan Laut AS yang diketahui berada di daerah itu pada saat itu, kata sumber itu.
Angkatan Laut AS telah melakukan transit reguler di Selat Taiwan, yang memisahkan pulau itu dari China.
Satu sumber keamanan Barat mengatakan penerbangan hampir setiap hari oleh pesawat anti-kapal selam China di bagian paling utara Laut China Selatan mungkin merupakan tanggapan terhadap misi AS di sana, termasuk dengan kapal selam, atau untuk menunjukkan kepada Pentagon bahwa China dapat memburu kapal selam AS.
"Mereka tidak mengejar kapal selam Taiwan," kata sumber itu, menunjuk ke empat armada kecil Taiwan, dua di antaranya berasal dari Perang Dunia Kedua.
Angkatan Laut AS tidak memberikan perincian tentang patroli kapal selam apa pun di dekat Taiwan atau di Laut China Selatan.
Kementerian Pertahanan China dan Armada ke-7 Angkatan Laut AS tidak menanggapi permintaan komentar.
Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan bahwa mereka terus mencermati "gerakan musuh" dan memiliki rencana tempur untuk menangani skenario serangan China. Itu tidak merincinya.\
BACA JUGA BERITA LAINNYA:
Miiter China atau Tentara Pembebasan Rakayat (PLA) kerap memberi tekanan ke Taiwan dengan menerbangkan pesawat-pesawat tempur masuk ke langit Taiwan
Namun, Taiwan juga bersiaga dan mengusir pesawat-pesawat China . Namun ada kisah dimana 20 jet tempur China terkejut dan langsung lari kocar-kacir saat Taiwan menerbangkan pesawat tempur mereka untuk menghadang pesawat China
Angkatan Udara Taiwan melakukan serangkaian latihan perang yang mengerikan.
Baca juga: China beri Ancaman Keras ke Amerika Serikat, Beijing Ingatkan Paman Sam Jangan Main Api di Taiwan
Baca juga: China Serius Kerahkan Serangan Besar-besaran, Taiwan Ketar Ketir, Bakal Minta Bantuan Amerika?
Ini terjadi setelah jet tempur China dan pesawat pembom berkemampuan nuklir memasuki bagian barat daya ruang udaranya selama akhir pekan.
Dilansir dari express.co.uk pada Sabtu (13/2/2021), 4 pesawat perang Taiwan mempraktikkan latihan pendaratan dan lepas landas berkecepatan tinggi.
Aksi pesawat perang Taiwan itu adalah upaya untuk menunjukkan kepada China bahwa mereka siap untuk apa pun.
"Kami siap. Kami tidak akan menyerahkan satu inci pun wilayah kami," kata Kolonel Lee Ching-shi.
Operasi skala besar itu dilakukan ketika kementerian pertahanan Taiwan melaporkan 8 pesawat pembom China yang mampu membawa senjata nuklir, 4 jet tempur dan satu pesawat anti-kapal selam memasuki zona identifikasi pertahanan udaranya pada hari Sabtu.
Hanya 24 jam kemudian, 12 jet tempur China, 2 pesawat anti-kapal selam, dan 1 pesawat pengintai juga dikerahkan.
Gangguan oleh militer China ditanggapi dengan peringatan oleh Angkatan Udara Taiwan dan sistem pemantauan misil pertahanannya diaktifkan.
China masih menganggap Taiwan sebagai provinsi yang 'bandel', tetapi negara kepulauan itu memandang dirinya sebagai negara merdeka.
China telah melakukan serangkaian operasi di seluruh Taiwan dan di Laut China Selatan yang disengketakan dalam beberapa bulan terakhir.
Namun, insiden terbaru melibatkan kehadiran militer yang lebih besar, karena operasi sebelumnya melibatkan sekitar tiga pesawat militer.
Padahal operasi itu hanya terjadi beberapa minggu setelah Joe Biden dilantik sebagai Presiden AS.
Ilustrasi pesawat pembom H-6 Angkatan Udara China PLA terbang dekat Pesawat Tempur F-16 Taiwan pada foto selebaran 10 Februari 2020. (Reuters via Kontan.co.id)
Memang hubungan antara China dan AS telah tegang selama Kepresidenan Donald Trump dengan perselisihan mengenai kehadiran pasukan AS di wilayah tersebut.
Washington juga telah membentuk hubungan yang lebih dekat dengan Taiwan dan tahun lalu menyetujui kesepakatan senjata bersejarah, senilai sekitar 3,7 miliar Poundsterling.
Operasi udara China ke Taiwan pada akhir pekan juga terjadi saat AS mengirim kapal ke Laut China Selatan.
Baca juga: China beri Ancaman Keras ke Amerika Serikat, Beijing Ingatkan Paman Sam Jangan Main Api di Taiwan
Baca juga: Taiwan Mulai Panik Saat 25 Pesawat Tempur China Masuk Wilayahnya, Sebut Serangan Terbesar Beijing
Sebuah kelompok kapal induk AS yang dipimpin oleh USS Theodore Roosevelt memasuki Laut China Selatan dan menurut militer AS mereka berada di sana untuk melakukan latihan "kebebasan navigasi".
Menariknya, kehadiran kapal induk AS itu merupakan misi pertama dari Joe Biden.
Dan juru bicara kementerian luar negeri China Zhao Lijian mengutuk langkah tersebut dan mengatakan kehadiran militer AS adalah "unjuk kekuatan".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pesawat-militer-china.jpg)