Breaking News:

Ramadan 2021

Ganti Puasa atau Bayar Fidyah, Ini Hukum Puasa bagi Orang Sakit, Simak Penjelasan Nahdatul Ulama

Ganti Puasa atau Bayar Fidyah, Ini Hukum Puasa bagi Orang Sakit, Simak Penjelasan Nahdatul Ulama

Editor: Adiana Ahmad
(Shutterstock)
ilustrasi orang sakit. Ganti Puasa atau Bayar Fidyah, Ini Hukum Puasa bagi Orang Sakit, Simak Penjelasan Nahdatul Ulama 

Hal ini dapat dilakukan dengan mengumpulkan orang-orang miskin sejumlah hari-hari yang ia tinggalkan lalu memberikan makan malam atau makan siang kepada mereka, sebagaimana yang dilakukan oleh Anas bin Malik ketika masa tuanya. Atau, bisa juga dengan menyerahkan makanan kepada orang-orang miskin sejumlah hari-hari yang ia tinggalkan.

Semisal dengan kelompok ini adalah orang yang sudah lanjut usia yang tidak mampu lagi untuk melaksanakan puasa.

Kelompok kedua: Orang yang sakitnya tidak terus-menerus dan bisa diharapkan untuk sembuh, seperti sakit demam dan sebagainya.

Baca juga: HUKUM Puasa Ramadhan dan Bacaan Niat Puasa Dilengkapi Doa Buka Puasa Ramadhan 2021

Baca juga: Hindari Dehidrasi Selama Berpuasa, Wajib Minum Air Putih 8 Gelas Sehari

Kelompok ini mempunyai tiga keadaan: keadaan pertama: Tidak memberatkannya jika berpuasa dan tidak membahayakannya. Maka, tetap wajib baginya untuk berpuasa karena tidak ada udur baginya.

Keadaan kedua, memberatkannya jika berpuasa namun tidak membahayakannya. Maka, hukumnya makruh jika ia melaksanakan puasa karena dengan demikian ia telah meninggalkan rukhshah (keringanan) dari Allah Ta’ala dan memberatkan diri sendiri.

Keadaan ketiga, membahayakan dirinya jika ia melaksanakan puasa. Maka, haram hukumnya jika ia melaksanakan puasa, karena hal itu akan menimbulkan kecelakaan bagi dirinya sendiri.

Allah Ta’ala telah berfirman: “Dan janganlah kalian membunuh diri kalian sendiri, sesungguhnya Allah Maha Pemurah kepada kalian.”

Dan Allah Ta’ala berfirman: “Dan janganlah kalian melemparkan diri kalian sendiri ke dalam kebinasaan.”

Selain itu dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Al Hakim. Imam An Nawawi berkata bahwa hadits ini mempunyai beberapa jalan yang saling menguatkan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved