Breaking News:

Ramadan 2021

Ganti Puasa atau Bayar Fidyah, Ini Hukum Puasa bagi Orang Sakit, Simak Penjelasan Nahdatul Ulama

Ganti Puasa atau Bayar Fidyah, Ini Hukum Puasa bagi Orang Sakit, Simak Penjelasan Nahdatul Ulama

(Shutterstock)
ilustrasi orang sakit. Ganti Puasa atau Bayar Fidyah, Ini Hukum Puasa bagi Orang Sakit, Simak Penjelasan Nahdatul Ulama 

Ganti Puasa atau Bayar Fidyah, Ini Hukum Puasa bagi Orang Sakit, Simak Penjelasan Nahdatul Ulama

POS-KUPANG.COM- Puasa Ramadan 2021 sudah memasuki hari kelima. Puasa Ramadan merupakan puasa wajib yang harus dijalankan oleh seluruh Umat Islam. 

Namun ada beberapa pengecualian
Dalam Islam disebutkan ada 8 kelompok yang boleh tidak menjalankan Puasa Ramadan.

Satu diantaranya orang sakit. Tapi bukan berarti bebas. 

Orang Sakit yang tidak dapat menjalankan Puasa Ramadan ada dua kewajiban yakni ganti puasa (qadha) Puasa di luar Bulan Ramadan jika sembuh atau membayar fidyah. 

Hukum Puasa bagi orang sakit juga dijelaskan dalam Surat Al-Baqarah ayat 185:

"... dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur". (QS Al-Baqarah : 185).

Ganti Puasa atau bayar fidyah, hukum puasa bagi orang sakit
Ganti Puasa atau bayar fidyah, hukum puasa bagi orang sakit (tabel qodha dan fidyah berdasar petunjuk Nahdlatul Ulama)

Baca juga: Orang Sakit Tak Mampu Berpuasa Bisa Dapat Pahala Bulan Ramadan? Yuk, Tanya Ustaz

Baca juga: Cara Agar Puasa Ramadan Bisa Turunkan Berat Badan, Gizi Seimbang, Jangan Lewatkan Sahur dan Berbuka

Berikut Hukum Puasa bagi orang sakit menurut penjelasan Nahdatul Ulama:

Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam bukunya berjudul Fushul fi Shiyam, orang yang sakit terdiri atas dua kelompok. Kelompok pertama, orang yang sakit terus menerus dan tidak mungkin diharapkan kesembuhannya, misalnya orang yang sakit kanker.

Maka orang tersebut tidak wajib untuk berpuasa, karena tidak ada baginya kesempatan yang dapat diharapkan untuk bisa melaksanakan puasa. Akan tetapi ia wajib memberikan makanan kepada seorang miskin dari setiap hari yang ia tinggalkan tersebut.

Halaman
123
Editor: Adiana Ahmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved