Bencana Alam di NTT

Diaspora Katolik Sedunia Gelar Konser Virtual "baNTTu FLOBAMORA"

Pastor Leonardus Mali, Pr, dari Keuskupan Agung Kupang yang tengah melanjutkan pendidikan di kota abadi Roma, Italia, terhenyak

Editor: Agustinus Sape
Foto pribadi
Pastor Leo Mali (kiri), pelopor gerakan baNTTu Flobamora yang baru saja porak-poranda dilanda badai Seroja. 

Diaspora Katolik Sedunia Gelar Konser Virtual "baNTTu FLOBAMORA"
 
POS-KUPANG.COM, MILAN - Pastor Leonardus Mali, Pr, dari Keuskupan Agung Kupang yang tengah melanjutkan pendidikan di kota abadi Roma, Italia, terhenyak ketika mendengar bahwa tanah leluhurnya porak-poranda dan tenggelam akibat bencana Siklon Seroja yang menghantam NTT sejak 2 April sampai 5 April 2021. Hatinya menangis.

Namun, pastor bersosok tinggi ini tidak tinggal diam meratapi. Dia bekerja tak henti menghubungi banyak pihak mencari berita langsung dari kawan-kawan di NTT untuk disebarluaskan terutama dalam grup Jaringan KKI Diaspora Sedunia di mana dia menjadi Pelopor.

Percaya bahwa dalam kesedihan dan penderitaan, selalu ada harapan. Menanggapi Pastor Leo, dari berbagai pelosok bangsa di dunia, para diaspora Indonesia dengan bahu-membahu tampil ke depan mengambil aksi peduli dan kasih untuk NTT dalam bentuk Charity Live-streaming Concert  “baNNTu Flobamora” Dari Kita Untuk Kita, yang akan ditayangkan oleh HidupTV pada hari Minggu 18 April 2021 Pk. 19.00 WIB / 20.00 WITA / 14.00 CET.

Konser virtual ini diselenggarakan berkat kerjasama antara HidupTV, HOPE dan CARITAS INDONESIA. Dengan partisipasi oleh Duta Besar RI untuk Tahta Suci Vatikan, Laurentius Amrih Jinangkung dan Duta Besar RI untuk Meksiko merangkap Guatemala-El Salvador-Belize,  Cheppy Triprakoso Wartono, serta Puteri Indonesia Lingkungan 2020, Ms. Putu Ayu Saraswati.

Melihat aspek bela-rasa kemanusiaan dan tanggung jawab ekologis.

Memantau apa yang telah terjadi,  Pastor Leo, begitu biasa dipanggil, menjelaskan, “Bencana NTT adalah dampak nyata dari pemanasan global akibat perubahan iklim dampak dari kejahatan ekologi yang dilakukan di seluruh dunia. Terutama di belahan dunia yang dipastikan sebagai penyumbang terbesar dari emisi karbon yang berpengaruh terhadap pemanasan global. Bencana ini sekali lagi mengingatkan sebuah saling ketergantungan global. Bahwa kita hidup dalam "sebuah perahu yang sama". “

Ia mengatakan lebih lanjut, “Yang menyedihkan adalah NTT yang menanggung akibat dari bencana ini, bukanlah sebuah wilayah yang menjadi penyumbang signifikan emisi karbon yang menyebabkan pemanasan global. Ketergantungan global ini juga mengajarkan kita untuk saling peduli. Peduli antara sesama dan peduli pada alam sebagai Gambaran Sang Pencipta.”

Dan tentang konser yang akan dilangsungkan hari Minggu besok, Pastor Leo yang merupakan Pelopor dari Jaringan KKI Diaspora Sedunia, mengomentari, “Konser yang menggalang kepedulian ini dilakukan dengan dedikasi yang penuh dari mereka yang telah memberi dari apa yang dimiliki, waktu, tenaga, pikiran, bakat, bahkan pengorban materil. Dan semua yang terlibat di dalamnya melakukan itu secara sukarela.”
 
HOPE, Konser Harapan bersama HIDUP TV dan CARITAS INDONESIA

Ine Patah, dari HOPE yang berdiam di Negara Kincir Angin Belanda, menanggapi kesedihan Pastor Leo dengan sebuah ide untuk menggelar konser virtual dengan maksud menggalang dana untuk NTT.

Diaspora Katolik sedunia akan menggelar konser virtual baNTTu Flobamora, Minggu 18 April 2021 malam.
Diaspora Katolik sedunia akan menggelar konser virtual baNTTu Flobamora, Minggu 18 April 2021 malam. (Istimewa)

 
Ketika ditanya mengenai HOPE, Ine Patah menjelaskan, “HOPE terjadi karena harapan dalam memberi dan membagi dengan talenta yang ada, yang diberikan Tuhan kepada kita sebagai individu. HOPE bukan sebuah organisasi atau kelompok atau sebuah status nama tapi HOPE adalah sesuatu di dalam kita pribadi, di dalam para individu memberikan sesuatu kepada sesama dan sebuah tempat kreasi kebersamaan dalam bentuk seni dan mengolah kebersamaan untuk membagi dalam bentuk ungkapan kasih dalam musik dan kata-kata.

HOPE adalah harapan yang ada di dalam talenta kita dan “untuk kita dan dari kita”.”

Ia memberikan gambaran tentang ide konser virtual untuk NTT, “Apa yang terjadi di NTT sangatlah mengiris hati setiap manusia dan bagi diaspora seperti diaspora yang berasal dari NTT dan juga yang dari Indonesia, apa yg terjadi disana seperti bagian dari tubuh kita mengalami kesakitan.

Dari solidaritas dan perhatian yang dalam dari diaspora maka terbentuklah gagasan untuk memberikan konser sederhana dan kecil ini. Dan di dalam masa pandemi Covid, apa yang terjadi di NTT bukan saja kesedihan NTT tapi juga kesedihan kita bersama. Memberikan dari hati yang dalam terbentuklah alunan musik yang menggabungkan perasaan-perasaan di dalam hati setiap insan dan ini juga sebuah penghiburan untuk saudara-saudari kita yang mengalami kedukaan. Juga membuat kebersamaan dan harapan bersinar selalu di hari esok, karena kita tidak pernah sendiri karena ini dari kita dan untuk kita.”

“Dengan bantuan HIDUPTV acara amal-kasih dalam bentuk kesenian ini dapat terjadi dan melalui kerjasama dengan Caritas Indonesia segala kepedulian akan tersalur dengan baik kepada masyarakat NTT secara langsung,” demikian Ine menambahkan.

Konser virtual ini akan melihat partisipasi oleh para suster, romo, bruder, frater, serta awam diaspora Katolik dan dari berbagai agama, dan dengan partisipasi oleh Duta Besar RI untuk Tahta Suci Vatikan, Bpk Laurentius Amrih Jinangkung dan Duta Besar RI untuk Meksiko merangkap Guatemala-El Salvador-Belize, Bpk Cheppy Triprakoso Wartono, serta Puteri Indonesia Lingkungan 2020, Ms. Putu Ayu Saraswati. Semua dengan semangat dan harapan ingin menggerakkan hati setiap orang untuk berbagi kasih bagi saudara-saudari yang tertimpa bencana di NTT.

 Laporan Shirley Hadisandjaja, Perwakilan dari KKI Utara Italia (Milan), untuk media
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved