Breaking News:

Berita Belu Bersinar

Ini Data Kerusakan Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan di Belu 

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu masih terus mendata perkembangan kerusakan tanaman pangan, hortikuktura dan perkebunan akibat benc

POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
KADIS---Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Gerardus Mbulu. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA----Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu masih terus mendata perkembangan kerusakan tanaman pangan, hortikuktura dan perkebunan akibat bencana alam siklon tropis seroja pekan lalu.

Sesuai data sementara dinas yang diperoleh Pos Kupan.Com, Selasa (13/4/2021) tercatat, kerusakan tanaman padi mencapai 62,61 hektare (ha), jagung 24,7 ha, kacang tanah 3,58 ha, cabai merah 32, 32 ha, ubi kayu 2,5 ha, sayur-sayuran 11,91 ha, bawang merah 0,39 ha dan pisang 827 rumpun.

Untuk kerusakan tanaman padi tersebar di empat kecamatan yakni, Raihat seluas 49,12 ha, Kecamatan Tasifeto Timur 2,36 ha, Kecamatan Kakuluk Mesak 2,5 dan Kecamatan Raimanuk 8,63 ha. Jumlah kelompok tani (poktan) terdampak delapan poktan dengan jumlah anggota 126 orang, minus di Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk.

Kerusakan tanaman jagung yang terdata hanya terdapat di Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk seluas 24,7 ha.  

Kerusakan tanaman cabai merah  terdapat di Kecamatan Raihat seluas 31 hektare dengan jumlah kelompok terdampak sembilan dan jumlah anggota kelompok 134 orang. Kerusakan cabai merah juga terdapat di Kecamatan Raimanuk 1,32 ha dan kacang tanah 3, 58 ha.

Masih di Kecamatan Raihat, kerusakan tanaman kacang hijau seluas 0,05 hektare dengan jumlah kelompok tani satu dan anggota kelompok 19 orang.

Sementara kerusakan tanaman ubi kayu, sayur-sayuran, bawang merah dan pisang semuanya terdapat di Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk. 

Dari data yang ada, kerusakan tanaman padi terbanyak terdapat di Kecamatan Raihat seluas 49,12 ha yang tersebar di tiga desa yakni, Desa Asumanu 31,02 haktare, Desa Tohe enam hektare dan Desa Manumutin 12,1 hektare. 

Disusul kerusakan padi di Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk seluas 8,63 ha. Kemudian, Desa Fatuketi Kecamatan Kakuluk Mesak lima hektare, jumlah petani terdampak lima orang dan di Kecamatan Tasifeto Timur terdapat di Desa Takirin seluas 2,36 hektare dengan jumlah petani terdampak lima orang

Total kelompok tani yang terdampak bencana di Kabupaten Belu sebanyak 17 kelompok dan jumlah anggota kelompok 260 orang. 

Selain data kerusakan tanaman, dinas juga mendata kerusakan infrastruktur pengairan yakni bangunan mercu atau tanggul penahan air bendungan Maubusa rusak total. Bendungan ini berada di Desa Asumanu, Kecamatan Raihat. Selain bendungan, kerusakan terjadi pada jaringan irigasi sekunder sepanjang 625 meter. (jen).

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Gerardus Mbulu kepada wartawan mengatakan, data ini masih sementara karena petugas dinas masih melakukan pendataan. (jen). 

KADIS---Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Gerardus Mbulu.
KADIS---Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Gerardus Mbulu. (POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS)
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved