Breaking News:

Di Belu Ada 26 Rumah Warga Korban Bencana yang Dipastikan Bangun Baru

Pemerintah Kabupaaten Belu menetapkan 26 unit rumah warga korban bencana yang dibangun baru

POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Pjs. Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk, MM 

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Setelah dilakukan pendataan secara cermat dan diverifikasi, Pemerintah Kabupaaten Belu menetapkan 26 unit rumah warga korban bencana yang dibangun baru. Dari jumlah itu, terdata 13 rumah rusak berat dan selebihnya rusak ringan.

Ke 26 unit rumah yang dibangun itu lebih banyak di Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk, sedangkan beberapa rumah lainnya di Desa Kabuna. Di Desa Tasain warga terdampak banjir sementara di Kabuna terdampak longsor.

Penjabat Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk, MM mengatakan hal itu saat dikonfirmasi Pos Kupang.Com, Kamis (15/4/2021).

Menurut Penjabat Bupati, warga terdampak banjir di Desa Tasain sudah dipulangkan ke rumah masing-masing, Rabu (14/4/2021).

Baca juga: 50 KK Korban Bencana di Desa Nelelamadika Adonara Siap Direlokasi

Baca juga: Pemerintah Usulkan Anggaran Relokasi Rp 112 Miliar

Warga kembali ke rumah karena sebagian besar rumah warga dalam kondisi baik dan masih layak tinggal. Kemudian, warga diizin pulang supaya mereka bisa membereskan rumahnya dan bisa berkebun. Pemerintah sudah mendata kerusakan rumah warga dan siap membangun 26 unit rumah yang benar-benar rusak berat.

Sedangkan rumah rusak ringan hanya bantu perbaikan yang bahannya dibantu pemerintah maupun bantuan dari luar pemerintah. Masyarakat secara gotong royong bisa memperbaikinya.

Menurut Penjabat Bupati, pembangunan 26 unit rumah itu akan dilakukan dalam waktu dekat. Anggarannya bisa dari pos bantuan tak terduga (BTT) Pemkab Belu bisa juga dari APBN.

Baca juga: Datang ke Lembata, Wagub Nae Soi Pantau Distribusi Logistik Kepada Pengungsi

Baca juga: Proses Pencarian 1 Korban Hilang di Desa Nelelamadike Adonara Terus Dilakukan

Terkait lokasi pembangunan rumah warga tersebut, Zaka Moruk mengatakan, ada beberapa warga yang harus direlokasi ke tempat baru dan mereka bersedia. Lokasi baru bukan disiapkan pemerintah tapi tanah milik warga sendiri yang letaknya tidak persis di lokasi bencana.

Ditanya mengenai bantuan pemerintah pusat untuk biaya pembangunan rumah bagi warga, Zaka Moruk mengaku sampai saat ini belum ada pemberitahuan lanjutan dari pusat. Pemerintah daerah sudah mendata semua warga korban bencana dan sudah diusulkan kepada pemerintah pusat.

Untuk diketahui, data Pemerintah Desa Tasain yang dilaporkan kepada pemerintah kabupaten menunjukkan, jumlah warga terdampak bencana banjir sebanyak 386 jiwa dari 105 KK. Desa Kabuna terdapat dua rumah yang dihuni empat KK dengan jumlah jiwa 13 orang.

Sedangkan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dilaporkan, sebanyak 260 orang petani mengalami dampak bencana berupa kerusakan lahan tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Berita Kabupaten Belu

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved