Pasca Bencana Alam NTT

Polres Lembata Pantau Harga Sembako dan Bahan Bangunan Selama Masa Bencana, Ini Sanksinya

Kapolres Yoce berujar jangan sampai ada pengusaha yang menjual sembako dengan harga tinggi yang tidak wajar, apalagi selama masa tanggap darurat benca

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Ferry Ndoen
Foto/Ricko Wawo/
Kapolres Lembata AKBP Yoce Marthen (kanan) dan Sekda Lembata Paskalis Ola Tapobali saat dijumpai di Posko Utama Kantor Bupati Lembata, Minggu (11/4/2021) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA-Kapolres Lembata AKBP Yoce Marthen sudah memerintahkan Kasat Reskrim Polres Lembata Iptu Komang Sukamara untuk memantau harga sembako, bahan pokok dan bahan penting (bapokting), harga obat-obatan dan harga bangunan yang dijual kepada masyarakat di Lembata.

Kepada Pos Kupang, Selasa (13/4/2021) kemarin, Kapolres Yoce berujar jangan sampai ada pengusaha yang menjual sembako dengan harga tinggi yang tidak wajar, apalagi selama masa tanggap darurat bencana seperti ini. 

"Khususnya harga sembako dan harga bahan bangunan," katanya.

Aparat Polres Lembata mulai menertibkan para pengecer yang selalu mengantri BBM di depan SPBU. Penertiban tersebut dilakukan sejak Selasa (13/4/2021) kemarin.

Alhasil, kendaraan roda dua dan roda empat yang setiap hari berjejer sampai di badan jalan di depan SPBU sudah tidak ada lagi. Puluhan kendaraan itu biasa berjejer di jalanan bahkan saat SPBU tutup. 

Baca juga: Penegasan Gubernur NTT di Sabu Raijua: Pasca Bencana, Program Pembangunan Harus Tetap Dilaksanakan

Disaksikan Pos Kupang, setelah penertiban dilakukan pada hari pertama tidak ada lagi antrian kendaraan milik pengecer yang berjejeran di depan SPBU Lamahora saat SPBU tutup.

Kapolres Lembata AKBP Yoce Marthen menerangkan penertiban yang dilakukan merupakan tahap awal. 
"Tahap awal akan kita tertibkan pembelian BBM di SPBU dan APMS," kata Kapolres Yoce.

Penertiban di SPBU dilakukan terhadap kendaraan yang dipakai untuk membeli BBM. Pihak kepolisian akan mengecek kelayakan dan tujuan membeli BBM tersebut. 

Selain itu, dijelaskannya, setiap hari, akan dilakukan pengecekan dan dokumentasi, jadi bila ada kendaraan yang setiap hari berulang kali membeli atau mengisi BBM, itu patut dicurigai sebagai modus untuk mengumpulkan dan menjual lagi secara eceran (khusus BBM subsidi ada aturan peruntukan dan penggunaan serta harga)

Setelah pembelian di SPBU dan APMS sudah tertib, Polres Lembata akan melakukan pengecekan izin terhadap para penjual BBM eceran dan harga yang dijual.

Selain itu, Kapolres Yoce menegaskan, pada tahap selanjutnya, aparat Polres Lembata akan melakukan penindakan terhadap pelaku yang tidak memiliki izin penjualan BBM dan pengecer yang menjual BBM subsidi dengan harga yang tidak sesuai ketentuan.

"Dan itu adalah pidana sebagaimana diatur dalam UU Migas," tegasnya.

Di samping itu, Kapolres Yoce juga sudah memerintahkan Kasat Lantas Polres Lembata berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Lembata untuk menertibkan antrian kendaraan yang diparkir menggunakan bahu dan atau jalan raya saat antrian depan SPBU. 

"Itu semua adalah untuk kebaikan seluruh warga Lembata. Stok kita cukup namun ada beberapa oknum yang memanfaatkan situasi untuk mencari untung. Kita masih dalam kondisi bencana, sangat disayangkan tindakan tidak terpuji tersebut," pungkasnya.

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved