Bencana Alam NTT

Tambah Dua Korban Bencana Siklon Tropis di NTT, Total  179 Meninggal Dunia, 45 Orang Masih Hilang

Ada tambah dua korban bencana siklon tropis di NTT, total 179 meninggal dunia, 45 orang masih hilang

Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
Kondisi Kampung Nefo di Desa Tunbaun Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang 

Ada tambah dua korban bencana siklon tropis di NTT, total 179 meninggal dunia, 45 orang masih hilang

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Satgas Tanggap Darurat Bencana Siklon Seroja NTT merilis tambahan data 2 korban meninggal dunia dalam bencana tersebut, Senin (12/4) malam. Dengan demikian, jumlah korban meninggal dunia menjadi 179 orang sementara yang hilang tetap 45 orang.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Satgas Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja NTT, Ir Benediktus Polo Maing, Senin (12/4) malam di Posko Tanggap Darurat, Kompleks Kantor Gubernur NTT, Jalan Polisi Militer Kecamatan Oebobo Kota Kupang.

"Hingga malam ini total korban meninggal dunia berjumlah 179 orang, sementara seluruh hilang sebanyak 45 orang," ujar Polo Maing.

Baca juga: Turun Harga Sebesar Rp10 Juta, Harga Mobil Bekas Nissan Evalia Saat Ini April 2021 Hanya Rp 60 Juta

Baca juga: Alfamart Besok Selasa 13 April 2021, Beli Sampo Lifebuoy Ada Promo Voucher Potongan Harga Rp14.500

Berdasarkan data Satgas Tanggap Darurat Bencana NTT, korban meninggal dunia terdapat di 8 kabupaten dan Kota Kupang dan korban yang masih hilang ada di 5 kabupaten.

Saat ini, sebanyak 268 orang dilaporkan luka luka, 26.166 orang mengungsi dan sebanyak 404.326 orang terdampak. 

Bencana Siklon Tropis Seroja yang menghantam sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur pada awal April 2021 tidak perlu ditetapkan sebagai bencana nasional. Demikian ditegaskan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat di Kupang, Senin, 12 April 2021.

Baca juga: Hari Ini Pemantau Hilal Dari Kota Kupang Tak Terlihat

Bencana yang dipicu siklon tropis itu menyebabkan banjir bandang di sebagian wilayah Pulau Timor bagian barat pada Sabtu 3 April 2021. Banjir itu merendam ratusan hektar lahan pertanian dan pemukiman warga di Kabupaten Belu dan Malaka, Kabupaten Timor Tengah Utara serta Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Selain di wilayah Pulau Timor, banjir bandang pada hari yang sama juga menerjang Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Sumba Timur dengan kerusakan berbagai fasilitas umum termasuk Bendungan Kambaniru yang menjadi pemasok air bagi ratusan hektar lahan persawahan di Kabupaten Sumba Timur. 

Setelahnya, Minggu, 4 April 2021 subuh hingga pagi, banjir bandang kembali menerjang wilayah Pulau Adonara di Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata dan Kabupaten Alor. Banjir bandang itu menenggelamkan ratusan rumah warga dan mengakibatkan puluhan warga meninggal dunia serta hilang tertimbun material banjir. 

Tak hanya itu, puncak badai dengan kondisi hujan deras disertai angin kencang kemudian melanda wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang pada Senin, 5 April 2021 subuh hingga pagi. Akibatnya ribuan rumah warga dan banyak fasilitas umum rusak. Tak hanya itu, badai menyebabkan sebagian besar pohon dan tiang listrik juga ikut tumbang. Menyebabkan blackout listrik dan hilangnya sinyal telekomunikasi di wilayah ibukota provinsi itu. 

Puncak badai yang bergeser ke Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Rote Ndao dan wilayah Kabupaten Sumba Timur pada Senin sore juga menyebabkan belasan ribu rumah warga dan fasilitas publik di Kabupaten Sabu Raijua rusak. Bahkan, wilayah itu sempat terisolir karena akses jalan darat putus di beberapa titik, fasilitas pelabuhan dan bandara rusak serta transportasi dari dan keluar Sabu terhambat. 

Selain itu, beberapa kabupaten lain juga terdampak baik akibat gelombang, banjir rob hingga longsor. Tercatat 17 kabupaten dan 1 kota terdampak langsung bencana. (Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Berita Bencana Alam NTT

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved