Breaking News:

Bencana Alam NTT

Pemda Belu Siapkan Tempat Baru Bangun Rumah Hendrikus, Simak Info

Hendrikus Tulasik (48) adalah salah satu korban banjir di Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk yang kehilangan tempat tinggalnya

POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
BINCANG DENGAN PENJABAT---Hendrikus Tulasik (48) salah satu korban banjir di Desa Tasain berbincang-bincang dengan Penjabat Bupati Belu, Zakarias Moruk, Sabtu (10/4/2021). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA---Hendrikus Tulasik (48) adalah salah satu korban banjir di Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk yang kehilangan tempat tinggalnya.

Rumahnya hanyut terbawa banjir yang terjadi Senin (5/4/2021) pukul 02.00 Wita. Saat ini Hendrikus menempati posko pengungsian di Gereja GMIT Motamaro.

Pemerintah Kabupaten Belu akan membangun rumah baru bagi Hendrikus Tulasik namun lokasinya harus pindah karena rumah lama Hendrikus berada di daerah aliran sungai (DAS). Letaknya sekitar 20 meter dari bibir kali.

Rencana pembangunan rumah baru bagi warga korban banjir itu disampaikan Penjabat Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk, MM didampingi Kadis PUPR, Vincent K. Laka saat meninjau lokasi, Sabtu (10/4/2021).

Hendrikus yang ikut dalam survei lokasi saat itu sempat beralasan jika membangun rumah di lahan baru harus menunggu sampai padi sawahnya panen. Sebab lahan baru tersebut merupakan sawah. Sementara pemerintah punya waktu untuk menangani darurat bencana sisa sembilan hari.

Atas komunikasi intens, Hendrikus langsung menyatakan siap untuk pindah dari lokasi lama ke lokasi baru. Hendrikus memiliki lahan baru yang berada di seberang jalan dan letaknya cukup aman dari ancaman banjir.

Kepada wartawan, Hendrikus menyatakan siap untuk direlokasi ke tempat yang baru. Ia mempersilahkan pemerintah untuk survei lokasi baru dan segera membangun rumahnya.

Baca juga: Kesulitan Air Pasca Bencana, BPBD Kabupaten Kupang Salurkan Air Bersih ke Pemukiman Warga, Info 

Hendrikus bersama istri dan tiga orang anak tinggal di lokasi tersebut sejak kecil. Letak rumahnya tidak jauh dari bibir kali namun baru kali ini banjir meluap hingga menghanyutkan rumahnya bersama satu rumah miliki mertuanya, Abraham Tulasik.

Hendrikus menuturkan, kejadian banjir sekitar pukul 01.00 Wita, saat mereka sedang tidur lelap. Mereka mendengar bunyi arus air sangat kuat dan langsung menerjang rumah mereka. Ia berusaha menyelamatkan istri dan anaknya ke arah sawah.

Baca juga: Pasca Badai Seroja, Akses Jalan Putus di Wilayah Amfoang, Bantuan Logistik Pemprov NTT Pakai Heli

Selain rumah diterhanyut banjir, Hendrikus kehilangan ternak babi tujuh ekor. (jen).

BINCANG DENGAN PENJABAT---Hendrikus Tulasik (48) salah satu korban banjir di Desa Tasain berbincang-bincang dengan Penjabat Bupati Belu, Zakarias Moruk, Sabtu (10/4/2021).
BINCANG DENGAN PENJABAT---Hendrikus Tulasik (48) salah satu korban banjir di Desa Tasain berbincang-bincang dengan Penjabat Bupati Belu, Zakarias Moruk, Sabtu (10/4/2021). (POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS)

Baca juga: Skor Persib 3-2 Persebaya: Maung Bandung Bentrok PSS atau Bali United di Semifinal Piala Menpora ?

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved