Breaking News:

Berita Belu Bersinar

Dinas Pertanian Belu Sudah Laporkan Data Kerusakan Lahan Pertanian

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu sudah mendata dan melaporkan data kerusakan lahan pertanian akibat bencana banjir

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
KADIS---Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Gerardus Mbulu. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA----Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu sudah mendata dan melaporkan data kerusakan lahan pertanian akibat bencana banjir.

Sesuai data dinas yang disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Gerardus Mbulu menyebutkan, kerusakan lahan pertanian di Desa Fatuketi dua hektare, Desa Tohe lima hektare.

Data ini mengenai kerusakan berat lahan pertanian yang tidak bisa lagi berproduksi pada musim pertama tahuni ini. Berbeda dengan lahan yang terkena dampak bencana. Lahan terdampak bisa digarap lagi dan berproduksi manakala penyebabnya sudah ditangani.

Gerardus Mbulu mengatakan hal itu saat dikonfirmasi Pos Kupang.Com, Sabtu (10/4/2021). Menurut Gerardus, data kerusakan lahan secara umum sudah dilaporkan kepada pemerintah provinsi melalui kabupaten. Sedangkan data kerugian masih didata lagi dan dilakukan perhitungan.

Kata Gerardus, yang dimaksudkan  dengan kerugian di bidang pertanian akibat kerusakan lahan dihitung mengenai penurunan produksi, harga jual menurun, gagal panen dan hasil produksi tidak terjual. Indikator ini akan dihitung untuk mendapatkan nilai kerugiannya sehingga dibutuhkan waktu untuk menghitung secara benar.

Terkait lahan terdampak banjir di Kecamatan Raihat, Kadis Gerardus mengatakan, ada sekitar 600-an hektare lahan pertanian yang terkena dampak akibat rusaknya saluran irigasi dan bendungan Maubusa tertimbun material. Kerusakan saluran irigasi kurang lebih 500 meter.

Apabila saluran irigasi tersebut tidak segera diperbaiki maka dampaknya, lahan seluas 600 hektare tidak dapat digarap pada musim tanam kedua (MT2).

Saluran irigasi Maubusa merupakan aset pemerintah provinsi. Terkait kondisi tersebut, pemerintah sudah melaporkan kepada pemerintah provinsi untuk minta diperbaiki kembali.

Menurut Gerardus, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian sering berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk menyiapkan data kerusakan lahan, saluran irigasi dan bendungan. Data itu menjadi acuan pemerintah untuk memperbaiki kembali fasilitas pertanian.

Sementara dari Pemkab Belu akan membantu material kepada petani korban bencana berupa benih untuk mempersiapkan musim tanam kedua. Pasalnya, tanaman, baik padi maupun jagung yang sudah terendam banjir akan mempengaruhi kualitas sehingga kurang layak untuk menjadikan benih. (jen). 

KADIS---Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Gerardus Mbulu.
KADIS---Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Gerardus Mbulu. (POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved