Breaking News:

Bencana Alam NTT

Pemuda Bluwa Lewoleba Gali Liang Lahat untuk Korban Banjir Ile Ape, Sedih

15 pemuda dan relawan Taman Daun dari Bluwa, Lewoleba secara sukarela menggali liang lahat untuk para korban meninggal dunia banjir Il

Keterangan Foto/Ricko Wawo/
Sebanyak 15 pemuda dan relawan Taman Daun dari Bluwa, Lewoleba secara sukarela menggali liang lahat untuk para korban meninggal dunia banjir Ile Ape, Rabu (7/4/2021). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA-Sebanyak 15 pemuda dan relawan Taman Daun dari Bluwa, Lewoleba secara sukarela menggali liang lahat untuk para korban meninggal dunia banjir Ile Ape, Rabu (7/4/2021). 

Goris Wutun, salah satu pemuda, mengakui aksi menggali liang lahat itu merupakan niat para pemuda Bluwa untuk meringankan beban keluarga korban. Mereka mulai beraksi menggali liang lahat sejak pagi hari dengan peralatan seadanya di Tempat Pemakaman Umum Bluwa. Beberapa jenazah yang sudah berada di dalam peti dibawa ke pemakaman setelah dimandikan di RSUD Lewoleba.

"Kan tidak mungkin keluarga yang sedang berduka lalu mereka sendiri lagi yang harus gali kubur dan tutup kubur lagi," kata Goris, Selasa (6/4/2021) malam di TPU Bluwa.

Proses penggalian dan pemakaman korban bencana dilakukan sampai malam hari. Goris mencatat total ada lima korban meninggal dunia asal desa Amakaka yang sudah dimakamkan di lokasi liang lahat yang mereka gali sendiri secara sukarela. Ada dua pasang suami istri juga yang dimakamkan dalam satu liang yang sama. 

Baca juga: Polisi Di Adonara Terseret Banjir, Doa Tetap Hidup Demi Istri-Anak Agar Selamat dari Maut, Kondisi?

Sementara itu, Kerry Burin, pemuda Bluwa lainnya, berujar alat excavator baru didatangkan pada malam hari untuk memperlebar satu liang lahat yang akan diisi sepasang suami istri korban banjir.
Senada dengan Goris, dia dan para pemuda Bluwa lainnya ingin meringankan beban keluarga korban dengan cara mereka sendiri.

Menurut dia, beberapa peti jenazah memang dibawa oleh mobil ambulans di lokasi TPU Bluwa. Tapi setelah itu dibiarkan begitu saja tanpa ada upaya untuk memakamkan mereka lagi karena tak ada tenaga untuk menggali liang lahat.

"Keluarga sudah sedih lalu dibiarkan gali kubur sendiri, itu kan sangat tidak etis. Kami sendiri akhirnya berinisiatif," ungkap Kerry.

Niat sukarela pemuda Bluwa ini diapresiasi oleh Anggota DPRD Lembata Yos Boli Muda dan Lurah Lewoleba Barat Mikael Ladjar yang hadir langsung pada malam hari untuk memantau proses pemakaman para korban.
Disaksikan Pos Kupang, pemakaman para korban banjir dari desa Amakaka itu diawali dengan ibadat dan doa bersama untuk para korban.

Beberapa orang keluarga juga tampak hadir untuk memberi penghormatan terakhir kepada korban. Kepergian mereka diiringi air mata dan sepenggal doa agar jiwa mereka bahagia di Surga.

Baca juga: Selain Bahan Bangunan, Polda NTT Juga Akan Sidak Penjual BBM Eceran

Sebanyak 15 pemuda dan relawan Taman Daun dari Bluwa, Lewoleba secara sukarela menggali liang lahat untuk para korban meninggal dunia banjir Ile Ape, Rabu (7/4/2021).
Sebanyak 15 pemuda dan relawan Taman Daun dari Bluwa, Lewoleba secara sukarela menggali liang lahat untuk para korban meninggal dunia banjir Ile Ape, Rabu (7/4/2021). (Keterangan Foto/Ricko Wawo/)
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved