Breaking News:

Pemkab Belu Masih Mendata Kerugian Fasilitas Umum yang Rusak Akibat Bencana

Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan instansi teknis lainnya terus mendata semua fasilitas umum yang rusak akibat bencana banjir.

POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Pjs. Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk, MM 

Pemkab Belu Masih Mendata Kerugian Fasilitas Umum yang Rusak Akibat Bencana

POS KUPANG.COM| ATAMBUA--Pemerintah Kabupaten Belu masih mendata kerugian fasilitas umum yang rusak akibat bencana banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.

Pendataan ini untuk mengetahui secara jelas serta memilah mana yang menjadi urusan kabupaten, provinsi dan pusat.

Hal ini disampaikan Penjabat Bupati Belu, Zakarias Moruk kepada wartawan, Kamis 8 April 2021.

Menurut Zaka Moruk, Pemkab Belu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan instansi teknis lainnya terus mendata semua fasilitas umum yang rusak akibat bencana banjir.

Secara umum, kerusakan fasilitas umum saat bencana yakni, bendungan, jembatan dan jalan. Nilai kerugiannya masih dihitung. Fasilitas tersebut, ada yang kewenangan kabupaten dan ada pula yang menjadi kewenangan provinsi dan pusat. Untuk itu, pemerintah kabupaten melakukan pendataan kerusakan serta menghitung kerugiannya. 

Baca juga: Update Covid-19 Mabar: Kabar Gembira, 5 Pasien Sembuh

Baca juga: 11 Pasien Terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Belu Meninggal 

"Terkait kerugian negara akibat badai Seroja, kita sedang memilah mana yang menjadi kewenangan APBN, APBD Provinsi dan APBD kabupaten", kata Zaka Moruk.

Lebih lanjut, Kaban Keuangan Pemprov NTT ini mengatakan, lahan sawah masyarakat yang terendam banjir terdapat di beberapa wilayah seperti di Fatuketi 50 hektare sawah dan di Tohe, Kecamatan Raihat 50 hektare. 

Selain sawah, irigasi Bendungan Maubusa di Kecamatan Raihat juga rusak sekitar 500 meter. Irigasi ini akan segera ditangani karena mengairi sekitar 575 hektare sawah. 

Kata Zaka Moruk, irigasi Maubasa merupakan kewenangan provinsi dan pemerintah segera memperbaiki. Dirinya sudah melaporkan secara lisan kepada Gubenur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat berkunjung ke Belu, Rabu 6 April 2021.

Pada kesempatan itu, Gubernur Viktor meminta Penjabat Bupati Belu agar segera melaporkan secara tertulis data kerusakan fasilitas umum yang menjadi kewenangan provinsi. 

Sementara untuk penanggulangan korban bencana banjir yang rumahnya terhanyut banjir akan segera ditangani Pemkab Belu. Kata Zaka Moruk, pemerintah sudah menyiapkan material bangunan untuk membangun kembali tujuh unit rumah warga di Desa Tasain yang terhanyut banjir. 

Baca juga: Tiga Kasus Positif Covid-19 Bertambah di Kabupaten Belu, Baca Total Kasusnya

Baca juga: Ruas Jalan SP Nenuk-Lookeu Kabupaten Belu Dikerjakan

Kepala Desa Tasain, Amandus Koamesa kepada wartawan mengatakan, korban bencana banjir di desannya sebanyak 105 KK. Mereka sudah diungsi ke tempat yang aman yakni di posko bencana yang disiapkan pemerintah.

Jumlah rumah yang hanyut terbawa banjir sebanyak tujuh unit, rusak berat sembilan unit. Sedangkan materi seperti pakaian dan perabot rumah tangga hanyut semuanya dari 522 jiwa. Diperkirakan total kerugian mencapai satu miliar rupiah. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved