Breaking News:

Bencana Alam NTT

KM Chantika Lestari Tenggelam Karena Force Majeure

hal utama yang patut dilakukan  adalah menyelamatkan kru kapal. “Kru kapal saya saat ini dalam keadaan sehat-sehat.

POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
KM Chantika Lestari yang tenggelam di Pelabuhan Seba 

KM Chantika Lestari Tenggelam  karena Force Majeure

POS-KUPANG.COM|KUPANG –- Kapal Motor (KM) Chantika Lestari 10C yang tenggelam di bibir dermaga Sabu, Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 5 April 2021 semata  sebagai  force majeure atau kejadian di luar kemampuan manusia.

Owner KM Chantika Lestari 10C,  Johny  De Quelgu mengatakan hal ini saat dihubungi POS-KUPANG.COM, Rabu, 7 April 2021. Ia dimintai tanggapan seputar kejadian yang menimpa kapal  miliknya.

Johny mengatakan  bahwa hal utama yang patut dilakukan  adalah menyelamatkan kru kapal. “Kru kapal saya saat ini dalam keadaan sehat-sehat. Semuanya masih di Seba,” kata Johny yang ketika dihubungi tengah berada di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Johnya mengatakan, kemungkinam minggu depan ia akan mendatangkan para penyelam dari Ambon untuk  melihat kondisi kapal sekaligus manajemen melakukan langkah-langkah penanganan.

Baca juga: Akibat Badai Seroja, KM Chantika Lestari 10C Tenggelam di Pelabuhan Seba Kabupaten Sabu Raijua

Baca juga: Bencana Siklon Tropis, 61 Warga NTT Belum Ditemukan 

Kapal itu akan segera masuk dok dengan biaya yang tak kecil. Diperkirakan mencapai Rp 10 miliar. Meski  demikian, Johny, pengusaha asal Kota Ambon, Provinsi Maluku, ini mengatakan sangat tergantung pada cuaca

“Kita manusia yang merencanakan, Tuhan yang menentukan,” kata Johny sembari menambahkan kapal ini baru berusia sekitar satu tahun. 

Tentang untung dan rugi ketika mulai berlayar di NTT, Johny mengatakan, ia semata ingin mendorong pertumbuhan ekonomi di NTT, selain karena transportasi masih sangat terbatas.

Kapal ini kata dia berkapasitas 700 penumpang, dengan panjang 70 meter serta lebar  10,5 meter. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kapal ini tenggelam saat badai Seroja melanda Pulau Sabu di kabupaten Sabu Raijua, Senin, 5 April 2021, pukul 18.00 Wita.

Baca juga: Penanganan Bencana Siklon Seroja Makan Korban, Kepala BPBD NTT Dipecat, Bupati Kupang

Baca juga: Ditjen Bina Marga Buka Jalur Logistik Untuk Penganan Darurat Bencana Alam di NTT

Pihak ABK dan syahbandar sudah berupaya untuk melakukan langkah-langkah penanganan namun air  yang masuk   tak bisa dikendalikan hingga kapal tenggelam.  (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Burin)

Penulis: Paul Burin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved