Breaking News:

Begini Perkembangan Kasus Persetubuhan Anak Dibawa Umur Oleh Terlapor HB di Polres Manggarai

tempat kejadian perkara (TKP) di salah satu hotel di Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

Ist
Ilustrasi korban pelecehan 

Begini Perkembangan Penanganan Kasus Persetubuhan Anak Dibawa Umur oleh Terlapor HB di Unit PPA Polres Manggarai

POS-KUPANG.COM | RUTENG--HB salah satu karyawan SPBU Reo, dilaporkan karena diduga menyetubuhi ER (17) gadis dibawah umur warga di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur.

Kapolres Manggarai AKBP Masa Anton Widyodigdo, SH.,S.IK melalui Kasubag Humas Polres Manggarai, Ipda I Made Budiarsa kepada POS-KUPANG.COM, Kamis 8 April 2021 menjelaskan waktu kejadian terhadap kasus itu, Rabu tanggal 1 Juni 2019 sekitar pukul 12.00 Wita, dengan tempat kejadian perkara (TKP) di salah satu hotel di Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

Budiarsa menjelaskan kronologisnya, kejadian berawal pada hari Rabu tanggal 1 Juni 2019, HB/terlapor menawarkan pekerjaan sebagai pelayan kopi di SPBU Reo dimana ER (terlapor) bekerja, untuk itu HB mengajak ER ke Ruteng dalam rangka bertemu dengan Pimpinan/Kepala SPBU Reo untuk membicarakan tentang pekerjaan sebagai pelayan kopi di SPBU Reo. 

Selama di Ruteng, HB mengajak ER menginap di salah satu kamar di salah satu hotel di Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai. Pada saat itulah HB memaksa ER melakukan hubungan layaknya suami istri. 

Setelah itu HB membawa ER pulang dan menyuruh ER agar merahasiakan kejadian tersebut dan tidak boleh diceritakan kepada siapapun. Pada hari Jumat tanggal 25 September 2020, HB kembali mengajak ER ke Ruteng terkait pekerjaan yang dijanjikan dan menginap kembali di Hotel yang sama selanjutnya kejadian serupa terulang kembali.

Baca juga: Tunggu Kapolri di Gerbang Polda NTT, Aktivis PMKRI Kupang Minta Copot Kapolres Manggarai Barat

Baca juga: Polres Manggarai Gelar Patroli di Kota Ruteng, Begini Alasannya

Atas Laporan tersebut, kata Budiarsa, Unit PPA Sat Reskrim Polres Manggarai telah melakukan interogasi awal terhadap korban dan saksi-saksi serta sudah dilakukan Visum Et Repertum terhadap korban.

Kemudian pada tanggal 5 Januari 2021, kata Budiarsa, Unit PPA Sat Reskrim Polres Manggarai telah mengirimkan Surat Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) terkait kasus tersebut kepada pihak Pelapor. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)
 

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved