Arab Saudi Beri Syarat,Hanya Jamaah yang Kebal COVID-19 Dapat Mengunjungi Masjidil Haram di Makkah

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi masih memberi syarat yang ketat bagi siapa saja yang ingin mengunjungi atau memasuki wilayah Arab Saudi

Editor: Alfred Dama
REUTERS
Umat Islam tetap menjaga jarak sosial yang aman ketika menjalankan ibadah Umrah di Masjidil Haram pada 1 November 2020 

POS KUPANG.COM -- Pemerintah Kerajaan Arab Saudi masih memberi syarat yang ketat bagi siapa saja yang ingin mengunjungi atau memasuki wilayah Arab Saudi

Sikap tegas pemerintah setempat terkait dengan upaya melindungi warga Arab Saudi dari ancaman peneluran virus corona yang lebih luas di wilayah itu

Bahkan bagi umat muslim yang ingin mengunjungi Masjidil Haram di Makkah pun diberi syarat kebal terhadp virus corona atau Covid-19

Hanya jamaah yang telah divaksinasi Covid-19 atau telah pulih dari virus corona yang diizinkan masuk ke Masjidil Haram di Makkah, kata Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi pada hari Senin.

Izin umrah dan izin kunjungan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah akan meningkatkan kapasitas operasional selama Bulan Ramadhan yang dimulai minggu depan.

Baca juga: Isra Miraj! Perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram hingga Sidratul Muntaha dan Perintah Sholat

Baca juga: Warga Indonesia Belum Bisa Berhaji dan Umro,Arab Saudi Blokir WNA dari 20 Negara Termasuk Indonesia

Izin akan diberikan kepada mereka yang telah menerima dua suntikan vaksinasi, mereka yang telah menerima dosis pertama setidaknya 14 hari sebelum kunjungan mereka ke Madinah dan Makkah , dan mereka yang terkena virus dan sembuh.

Status vaksinasi setiap orang harus terdaftar di aplikasi Covid-19 Arab Saudi , Tawakkalna. Aplikasi itu diluncurkan tahun lalu untuk membantu melacak infeksi virus corona.

Mereka yang ingin mengunjungi dua masjid atau melakukan umrah harus mendaftar melalui aplikasi Tawakkalna dan aplikasi Umrah Eatmarna.

Pendaftaran akan diakomodasi sesuai dengan ruang dan ketersediaan kedua masjid dan sesuai dengan batasan kesehatan.

Aplikasi Tawakkalna dan Eatmarna adalah satu-satunya platform yang tersedia untuk mengeluarkan izin asli, dan kementerian memperingatkan publik agar tidak menggunakan situs web dan formulir aplikasi palsu.

Hampir 10.000 pekerja Masjidil Haram telah diinokulasi sebagai bagian dari rencana operasional Ramadan.

Halaman di sekitar Ka'bah dan lantai pertama akan diperuntukkan bagi peziarah yang melakukan Tawaf saja. Lima area akan tersedia untuk sholat di Masjidil Haram, termasuk halaman timur.

Lebih dari 13 juta jamaah yang mengenakan masker dan mematuhi aturan jarak fisik telah mengunjungi masjid sejak shalat tujuh bulan dan penangguhan umrah dicabut Oktober lalu. Di Mesir, pejabat kesehatan memperingatkan Bahwa Ramadan akan bertepatan dengan gelombang ketiga infeksi Covid-19

"Awal gelombang ketiga tergantung pada komitmen warga untuk tindakan pencegahan, memakai masker wajah dan mengikuti aturan jarak sosial," kata Noha Assem, seorang penasihat menteri kesehatan Mesir.

Bulan Ramadan dan pertemuan keluarga selama buka puasa mungkin akan menyebabkan peningkatan signifikan dalam kasus virus korona yang tercatat setiap hari, katanya.*

Sebagian artikel ini sudah tayang di Kontan.co.id degan judul: Hanya jamaah yang kebal COVID-19 dapat mengunjungi Masjidil Haram di Makkah

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved