Breaking News:

Bencana Alam di NTT

Ani Taneo Misa: Ini Badai Paling Dahsyat Selama Hidup Saya, Atap Rumah Terbang 40 Meter

Bayangkan badai yang disertai hujan menerjang tak henti-hentinya selama lebih dari 24 jam. Siapa bisa tahan? Tidak ada pilihan lain, selain pasrah. 

Editor: Agustinus Sape
KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE
Rumah milik Ani Taneo Misa (42) warga Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang yang rusak diterjang badai Siklon Tropis Seroja. 

Hingga saat ini, Ani belum memperbaiki rumahnya karena tak memiliki biaya. Bantuan dari pemerintah pun belum diterima Ani.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya Jefry Amabi. Jefry sedang tidur bersama istri dan anaknya saat angin kencang menghantam rumahnya.

Mereka terbangun karena angin begitu kencang. Sekitar pukul 03.00 Wita, atap rumah bagian kiri dan teras rumah Jefry roboh. Tembok rumah bagian depan juga ambruk.

Jefry masih bersyukur tak ada korban jiwa saat peristiwa itu. Saat kejadian, Jefry bersama istri dan anaknya tidur di kamar belakang. Setelah angin mulai mereda, mereka mengungsi ke rumah mertuanya di Naikoten, Kecamatan Kota Raja.

"Rumah saya hancur jadi tidak bisa ditempati," kata dia.

Jefry mengaku, ada puluhan rumah di wilayahnya yang rusak diterjang badai. Jefry berharap pemerintah bisa segera membantu memperbaiki rumahnya dan juga warga lainnya.

1.264 rumah rusak berat

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang Jemmi Didoek mengatakan, badai siklon tropis Seroja yang menerjang Kota Kupang menyebabkan 1.264 rumah warga rusak berat.

Akibat badai, seorang warga Kota Kupang tewas dan tujuh orang mengalami luka.

Menurut Jemmi, hingga saat ini terdapat 803 orang warga Kota Kupang yang sedang mengungsi di beberapa tempat yang aman.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved