Breaking News:

Bencana Alam NTT

Ibunya Jadi Korban Bencana Banjir di Desa Amakaka Lembata, Ayu : Saya Harus Kuat Untuk Adik Saya 

ia sedang berada di kota Kupang untuk mengenyam pendidikan sebagai seorang sarjana kesehatan masyarakat.

Ibunya Jadi Korban Bencana Banjir di Desa Amakaka Lembata, Ayu : Saya Harus Kuat Untuk Adik Saya 
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Ayu Witak (kanan) bersama ibunya (kiri)

Ibunya Jadi Korban Bencana Banjir di Desa Amakaka Lembata, Ayu : Saya Harus Kuat Untuk Adik Saya 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kisah pilu dialami Ayu Witak gadis berusia 25 tahun, harus kehilangan ibu kandungnya yang menjadi korban dari ganasnya banjir bandang di desa Amakaka, kecamatan Ile Ape, Lembata pada Minggu 4 April 2021 sekira pukul 01.30 WITA.

Ayu hanya bisa mendengar kabar bahwa ibunya telah tiada. Pasalnya, saat kejadian ia sedang berada di kota Kupang untuk mengenyam pendidikan sebagai seorang sarjana kesehatan masyarakat.

Ibunya merupakan seorang guru di Taman Kanak-kanak (TKK) Dewi Sartika desa Amakaka dan selama ini hanya tinggal berdua dengan adik bungsu Ayu, bernama Arjuna.

Sang Ayah kini sedang mengadu nasib di pulau Borneo untuk menjaga asah kehidupan keluarga.

Jenazah sang guru itu ditemukan pada Senin 5 April 2021 pagi. Rasa khawatir Ayu sejak Minggu pagi usai kejadian akhirnya terjawab, namun bukan kabar baik yang ia dengar, justru kabar tak sedap datang menghampirinya.

Baca juga: Sebanyak 22 Warga Tertimbun Longsor di Kabupaten Lembata, Desa Waimatan Akan Direlokasi

Baca juga: Puluhan Warga Waimatan Kabupaten Lembata Terkubur Longsor Dalam Keadaan Terjaga

"Berat sekali terima" ucap Ayu, yang terus berurai air mata, Senin 5 April 2021.

Saat ini, ia tidak bisa bebuat banyak. Bahkan, ingin mengantar ke tempat peristirahatan terakhir kalinya sang ibu pun, tak bisa ia tempuh.

Saat ini, Ayu dan keluarganya terpisahkan dengan jarak, hanya bisa meratapi kepergian sang ibu dari balik sambungan telepon. Tidak ada peluk dan tangisan bersama melihat jasad ibu yang telah terbujur kaku.

Dia berencana, ketika cuaca membaik akan kembali ke kampung dan menjemput adiknya. Setelah ibunya meninggal, ia akan menggantikan posisi ibu mengasuh adiknya.

"Insyaallah ikhlas, seberat apapun kalo saya tidak kuat bagaimana dengan saya punya ade" ucapnya, menguatkan dirinya.

Baca juga: Mengenal Sejarah Kabupaten Lembata yang Terkenal dengan Objek Wisata Unik & Menarik di Provinsi NTT

Baca juga: Mengenal Sejarah Kabupaten Lembata yang Terkenal dengan Objek Wisata Unik & Menarik di Provinsi NTT

Diketahui, jenazah alamharumah ibu Ayu Witak ditemukan oleh tim pencari di sekitar pantai desa Amakaka dalam kondisi terjepit bebatuan. Jenazah telah dikebumikan di desa Lewolein, kecamatan Lebatukan kabupaten Lembata pada Senin, 5 April 2021 kemarin.

Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Lembata belum merilis hasil terbaru terkait dengan jumlah korban yang telah ditemukan dan masih dalam pencarian. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)

Berita Bencana Alam NTT

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved