Breaking News:

NTT Siaga Cuaca Ekstrem, Komisi V DPRD NTT Minta BPBD Tingkatkan Kewaspadaan & Perkuat Koordinasi 

3 hari kedepan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan air, dan pohon tumbang.

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Yunus Takandewa 

NTT Siaga Cuaca Ekstrem, Komisi V DPRD NTT Minta BPBD Tingkatkan Kewaspadaan dan Perkuat Koordinasi 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) memprakirakan terdapat potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat-sangat lebat, angin kencang dan gelombang tinggi dalam periode sepekan ke depan di sebagian wilayah Indonesia termasuk Nusa Tenggara Timur.

Untuk Provinsi NTT bahkan diberi sinyal "Siaga" dalam periode hingga 3 hari kedepan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan air, dan pohon tumbang.

Cuaca ekstrem ini terjadi di tengah pekan Sengsara atau perayaan Jumat Agung hingga hari raya Minggu Paskah.

Baca juga: Anggota DPRD NTT Mohammad Ansor Gelar Khitanan Massal bagi Warga Kurang Mampu

Baca juga: Saat Reses Anggota DPRD NTT Ini Bawa DAK Untuk SMAN 5 Borong

Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Huhu Takandewa mengatakan 8 Kabupaten kota di NTT terdampak langsung potensi bencana ini.

Hal itu, kata dia, berdasarkan hasil  koordinasi dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTT, Thomas Bangke pada Sabtu, 3 April 2021.

Kabupaten/kota yang terdampak langsung itu urai Yunus Takandewa, terdiri dari Kabupaten Malaka, Kabupaten Kupang, Kabupaten Lembata, Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, Kabupaten Matim, Kabupaten Sabu Raijua dan Kota Kupang. 

Selain itu, kata dia, berdasarkan hasil media monitoring juga menunjukkan adanya alih landing pesawat di bandara El Tari ke Bandara Sultan Hasanudin, Makassar. Meski otoritas bandara tidak menutup penerbangan namun berakibat sejumlah penerbangan tertunda. 

Politisi PDI Perjuangan ini juga menyebut dari Ende dilaporkan 1 perahu tenggelam akibat angin kencang. Hal itu mengakibatkan seorang balita meninggal dunia. 

Baca juga: Anggota DPRD NTT, dr Christian Widodo Beri Pengobatan Gratis

Baca juga: Anggota DPRD NTT Ini Manfaatkan Dana Reses Bangun Jalan Lingkungan

Hujan berkepanjangan, kata dia, juga berdampak di Kabupaten Malaka. Derasnya arus air yang mengakibatkan banjir bandang di sekitar Sungai Benenain di wilayah Kecamatan Malaka Barat. Bencana alam banjir juga melanda Desa Motaulun, Desa Naas dan Umatoos akibat luapan air sungai Benenain dan jebolnya tanggul.

Demikian halnya di Kota Kupang yang tak luput dari bencana. Di beberapa lokasi terjadi luapan air dan rob. Sementara yang terdampak paling parah dari meluapnya air ke badan jalan adalah Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTT.

Rumah Sakit ini terendam air dari Badan jalan yang berada tepat di depan Pintu Gerbang masuk rumah sakit hingga ke ruangan pasien Rawat 

Karena itu, pihaknya meminta pemerintah provinsi khususnya kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah provinsi Nusa Tenggara Timur agar meningkatkan kewaspadaan terutama terhadap potensi bencana 

Baca juga: Anggota DPRD NTT Minta Dinas Tindak Tegas Kepala Sekolah Yang Sewenang Wenang di Sumba Timur

Baca juga: Sesuaikan Tata Tertib Dewan, DPRD NTT Bentuk Pansus 15

"Perkuat koordinasi dengan menghidupkan posko-posko bencana. Kerahkan semua kekuatan, termasuk bantuan kepada wilayah terdampak, seperti evakuasi dan penyaluran bantuan logistik," ujarnya, Sabtu 3 April 2021 malam.

Ia juga meminta pihak BPBD untuk memantau dan membantu masyarakat di bibir pantai, akibat dampak banjir Rob, daerah DAS maupun pemukiman warga yang kini tengah menerima dampak serius. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved