Breaking News:

Opini Pos Kupang

Terorisme, Perekonomian dan Pariwisata Kita

Fenomena ekstremisme terus menjadi masalah pelik dalam kebijakan keamanan kita karena bahaya besar manifestasi kekerasan dalam bentuk terorisme

Editor: Kanis Jehola
Terorisme, Perekonomian dan Pariwisata Kita
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

Dengan membagi modelnya menjadi negara maju dan berkembang di Asia, Gaibulloev dan Sandler menemukan bahwa terorisme tidak berdampak signifikan terhadap pertumbuhan negara maju yang menjadi sampel.

Namun, di antara 35 negara berkembang yang diteliti, untuk setiap insiden teroris transnasional, tingkat pertumbuhan PDB per kapita turun sebesar 1,4 perse, dan belanja pemerintah sebagai persentase dari PDB meningkat sebesar 1,6 perse. Indonesia sebagai negara berkembang di Asia jelas memiliki potensi untuk mengalami tekanan ekonomi semacam ini akibat tindakan teror.

Dampak Pariwisata

Selain dampak ekonomi, terorisme dapat berpengaruh terhadap pariwisata kita. Kejadian di Makassar akan memberi tekanan terhadap sektor pariwisata dalam berbagai aspek.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Araña & León (2008) menunjukkan bahwa serangan 9/11 menyebabkan guncangan pada utilitas wisatawan, dan perubahan profil citra destinasi di Amerika. Selain itu, ditemukan beberapa destinasi terkait mengalami dampak negatif yang kuat pada citra dan daya tariknya.

Pariwisata sangat rentan terhadap terorisme karena menyebabkan meningkatnya kecemasan dalam perjalanan. Enders dan Sandler (1991) memperkirakan hubungan antara terorisme dan pariwisata di Spanyol dari tahun 1970 hingga 1988 dan menemukan bahwa rata-rata, satu insiden terorisme menyebabakan penuruan jumlah wisatawan hingga 140.000 orang.

Enders dan Sandler (1996) menghitung penurunan nilai dolar dalam pariwisata akibat terorisme di beberapa negara Eropa dari tahun 1974 hingga 1988, menyimpulkan bahwa secara kolektif, negara-negara tersebut kehilangan $ 16,15 miliar karena terorisme.

Perhatian Serius

Saat ini kita berhadapan dengan jebakan jurang resesi pertumbuhan ekonomi negatif selama tiga kuartal beruntun. Sepanjang 2020, ekonomi kita terkontraksi minus 2,07 persen akibat jebakan pandemi Covid-19.

Selain itu, pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan kunjungan wisatawan. Kunjungan wisman ke Indonesia melalui seluruh pintu masuk tahun 2020 berjumlah 4.052.923 kunjungan atau mengalami penurunan sebesar 74,84 persen dibandingkan tahun 2019 yang berjumlah 16.108.600 kunjungan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved