Breaking News:

Opini Pos Kupang

Terorisme, Perekonomian dan Pariwisata Kita

Fenomena ekstremisme terus menjadi masalah pelik dalam kebijakan keamanan kita karena bahaya besar manifestasi kekerasan dalam bentuk terorisme

Terorisme, Perekonomian dan Pariwisata Kita
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

Oleh :Arnoldus Wea (Pengamat Sosial Politik, Co-Founder Arnoldus Wea Foundation)

POS-KUPANG.COM - Fenomena ekstremisme terus menjadi masalah pelik dalam kebijakan keamanan kita karena bahaya besar manifestasi kekerasan dalam bentuk terorisme berkaitan erat dengan kelangsungan hidup negara, stabilitas dan keamanan warga negara.

Sejak berakhirnya Perang Dingin dan memasuki Abad 21, berbagai aktor negara dan non-negara memperdebatkan dan mencari jawaban akademis berkaitan dengan kebijakan penanggulangan terorisme meskipun ada banyak kontestasi, ketidaksepakatan dan kontroversi tentang motivasi di balik tindakan ini serta pola pendekatan penanganan kasus ini secara berkelanjutan.

Beberapa hari yang lalu, kita kembali dikejutkan dengan serangan terror di Makassar. Kasus ini memang menjadi pukulan keras bagi komitmen kebinekaan dan serentak menjadi penanda semakin memburuknya indeks toleransi kita.

Dampak Ekonomi

Namun, di tengah menguatnya sorotan publik soal ancaman keamanan akibat tindakan teror, ada diskursus yang sering kali hilang dari pandangan publik, yakni dampak dari aksi teror terhadap ekonomi.

Baca juga: Opini Pos Kupang, 7 Oktober 2019, NTT Terancam ASF, Penyakit Mematikan pada Babi

Baca juga: Opini Pos Kupang 17 Juli 2019: UU Jakon vs UU Tipikor

Sejak serangan 9/11, telah terjadi banyak diskusi tentang dampak tindakan terorisme, namun sedikit sekali yang berbicara secara spesifik mengenai pengaruh terorisme terhadap kehidupan ekonomi.

Di luar dampak langsungnya, seperti kematian dan kecacatan, terorisme menghasilkan gangguan pada ekonomi yang lebih luas dan mungkin bisa muncul beberapa hari, minggu, atau bulan setelah insiden.

Bergantung pada skala dan frekuensi, peristiwa teror di suatu negara berdampak negatif bagi pertumbuhan, investasi, konsumsi, dan pariwisata yang berkorelasi langsung dengan pembangunan ekonomi suatu negara.

Secara global, dalam laporan Institute for Economics and Peace (IEP) (2020) telah terjadi penurunan angka kematian akibat tindakan teror. Jumlah total kematian akibat terorisme menurun selama empat tahun berturut-turut. Pada 2018 angka kematian turun menjadi15,2 persen dalam setahun sejak puncaknya pada 2014.

Baca juga: Opini Pos Kupang:Ekspresi Budaya Kesabaran Dalam Menanti Hasil Pemilu 2019

Baca juga: Opini Pos Kupang 12 April 2019: Oleh-Oleh ke Senayan

Halaman
1234
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved