Breaking News:

Uskup Turang Berlutut 55 Detik di Gereja Kolhua

Monsinyur (Mgr) Petrus Turang turun dari altar setelah salib besar untuk ritual penghormatan salib tiba di panti altar

POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Uskup Agung Kupang, Mgr Petrus Turang berlutut untuk memberikan penghormatan kepada salib dalam ibadah ketiga misa Jumat Agung yang berlangsung di Gereja Santo Fransiskus Asisi Kolhua Kupang, Jumat (2/4/2021) sore. 

POS-KUPANG.COM  | KUPANG -- Monsinyur (Mgr) Petrus Turang turun dari altar setelah salib besar untuk ritual penghormatan salib tiba di panti altar. Salib dengan tinggi sekira 1 meter itu diangkat dan diperhadapkan ke umat oleh pastor konselebran dari atas panti altar. 

Salib itu oleh pastor konselebran telah disingkapkan dari kain merah yang membungkusnya sebelum ritual penghormatan salib.

Setelah sampai di depan panti altar, Monsinyur Petrus Turang mulai berlutut dan menundukkan kepala. Umat yang hadir dalam misa Jumat Agung di Gereja itu pun melakukan hal yang sama, berlutut dari tempat mereka berada. Suasana khusuk memenuhi gereja. 

Setelah berlutut selama 55 detik, sang uskup yang menggembala umat Keuskupan Agung Kupang itu berdiri, membungkuk lalu naik kembali ke panti altar. Ia menuju altar untuk melanjutkan liturgi ekaristi.

Baca juga: Jumat Agung, Umat Paroki Katedral Kristus Raja Kupang Tidak Kecup Salib

Baca juga: Suasana Ibadah Jumat Agung di Gereja Paroki Roh Kudus Labuan Bajo, Yuk Simak

Dalam ibadah misa Jumat Agung yang berlangsung di Gereja Paroki Santo Fransiskus dari Asissi Kolhua Kupang, Jumat (2/4) sore itu, tidak dilakukan ritual cium salib sebagaimana lazimnya. Penghormatan pribadi di depan salib yang di tahtakan di beberapa tempat dalam gereja juga tidak dilakukan. 

Gantinya, umat menghormati salib dari tempat masing masing secara khusuk saat Monsinyur Petrus Turang melakukan penghormatan di depan salib utama yang diperhadapkan ke umat dari panti altar.

Dalam Ibadah Misa Jumat Agung ketiga yang dimulai pukul 15.00 Wita itu, umat tetap mengikutinya dengan protokol kesehatan yang ketat. Panitia perayaan Pekan Suci paroki itu telah mengatur pembatasan dan jarak antara umat dalam ibadah. Misa itu juga disiarkan secara streaming.

Selain panitia,  aparat Kepolisian dari Polsek Maulafa dan Polres Kupang Kota juga ikut terlibat menjaga keamanan dan kenyamanan ibadah. Demikian pula anggota TNI dan anggota THS/THM.

Baca juga: Polres Sumba Barat Terus Melakukan Patroli Beri Pengamanan Pada Perayaan Jumat Agung

Baca juga: 20 Ucapan Hari Paskah 2021, Sejarah dan Pengertian Jumat Agung, Hari Kesedihan dan Penebusan Dosa

Sebelumnya, ibadah Jumat Agung di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang, Keuskupan Agung Kupang, Jumat (2/4) siang juga berlangsung khusuk. Ibadah kedua yang dilaksanakan mulai pukul 12.00 Wita itu menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Ritual cium salib setelah doa permohonan diganti dengan penghormatan salib. Umat hanya diperkenankan melakukan penghormatan dengan berlutut di depan salib dan tidak diperkenankan mencium salib yang ditahtakan di lorong gereja. 

RD. Dionisius Manikin usai ibadah Jumat Agung menjelaskan, ritual cium salib diganti dengan penghormatan salib untuk menghindari kontak antara umat dan salib. Dalam masa pandemi, kata dia, Paroki Katedral Kristus Raja Kupang memperketat protokol kesehatan dalam ibadah dan misa di gereja itu. 

"Ini memang ritual cium salib diganti dengan penghormatan salib untuk menghindari kontak," ujar RD Dionisius Manikin kepada POS-KUPANG.COM

Hal tersebut, kaya dia, harus dilakukan untuk mencegah penularan dan penyebaran virus Covid-19 saat ibadah di gereja. (Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Berita Jumat Agung 2021

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved