Breaking News:

Usai Ikut Pelatihan, Kelompok Dasawisma Sama Rai di Nagekeo Berhasil Produksi Tempe

Dasawisma Sama Rai yang berada di Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo berhasil memproduksi tempe

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Ibu-ibu anggota Dasawisma Sama Rai sedang membuat tempe 

POS-KUPANG.COM | BAJAWA-Dasawisma Sama Rai yang berada di Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo berhasil memproduksi tempe untuk dijual kepada masyarakat.

Kelompok dasawisma ini menghasilkan tempe setelah anggitanya mengikuti kegiatan pelatihan pembuatan tempe. Usai mengikuti pelatihan mereka pun berhasil memproduksi tempe.

Ketua Dasawisma Sama Rai Hermina Anung mengaku bahwa, proses pembuatan tempe sangat mudah dan sederhana sekali yakni dengan menyiapkan bahan seperti kedelai, ragi tempe dan tepung beras putih.

Selain bahan-bahan yang digunakan sangat sederhana, alat-alat yang digunakan pun juga sederhana.

Baca juga: Pengurus PGRI Nagekeo Masa Bhakti 2020-2025 Dilantik, Ini Susunan Kepengurusannya!

Baca juga: Wabub Nagekeo Serahkan Bantuan Hibah 11 Ekor Ternak Kuda Kepada Kelompok Meze Mawe

Dalam melakukan uji coba, kata Hermina, pihaknya memproduksi satu kilo kilogram kedelai dalam skala rumah tangga.

"Dan itu berhasil kami buat. Meskipun tidak didukung dengan peralatan yang memadai. Kami hanya modal semangat," ungkapnya.

Hermina mengharapkan, meski masih dalam skala rumah tangga, hasil produksi tempe tersebut bisa diminati oleh masyarakat Nagekeo. Sebab hal tersebut juga sekaligus mengurangi angka pengangguran, khususnyanya dikalangan anak muda.

Baca juga: Bagian Umum Setda Nagekeo Bayar Tagihan Listrik Capai Rp 1 Miliar Lebih Per Tahun

Baca juga: Dispora Nagekeo Gelar Pelatihan Bagi Pelatih Sepak Bola Berlisensi D Nasional

"Kami berharap hasil produksi tempe kami ini, mendapatkan bisa diminati oleh masyarakat secara umum," ujarnya.

Rencanannya produksi tempe tersebut dijual kepada masyarakat dengan harga per bungkus senilai Rp. 5.000. Rencananya juga tempe tersebut dipasarkan ke pedagang sayur di sekitar RT 023, Kelurahan Danga.

Veronika Ita, seorang anggota Kelompok Dasawisma Sama Rai mengatakan, proses pembuatan tempe sangat sederhana, namun ada pantangan dalam proses pembuatan tempe.

Menurutnya, dalam proses pembuatan tempe, tidak boleh seorang pun yang berhati kotor atau sedang bermasalah. Jika ada yang berhati kotor dan bermasalah maka tempe dipastikan tidak jadi.

"Intinya postif thinking. Yang penting butuh kesabaran saja. Jangan mengeluh," katanya.

Sementara itu, Ketua RT 023, Kelurahan Danga, Kristianus Ngate mengatakan kelompok Dasawisma Sama Rai perlu didorong untuk terus berinovasi.

Untuk itu dirinya sudah bertemu dengan lurah setempat untuk bisa memperhatikan kelompok ibu-ibu yang tergabung dalam Dasawisma Sama Rai. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Berita Kabupaten Nagekeo

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved