Breaking News:

Milisi Houthi Bertekad Hancurkan Arab Saudi dengan Serangan Besar usai Hancurkan Fasilitas Minyak

Kini milisi yang didukung Iran itu tengah memperisiapkan serangan lebih besar untuk benar-benar melumpuhkan negeri gurun itu

Editor: Alfred Dama
via kontan.co.id
Milisi Houthi Bertekad Hancurkan Arab Saudi dengan Serangan Besar usai Hancurkan Fasilitas Minyak 

Milisi Houthi Bertekad Hancurkan Arab Saudi dengan Serangan Besar usai Hancurkan Fasilitas Minyak

POS KUPANG.COM -- Kelompok milisi Houthi yang bermarkas di Yaman sukses menghancurkan fasilitas minyak Arab Saudi beberapa waktu lalu

Kini milisi yang didukung Iran itu tengah memperisiapkan serangan lebih besar untuk benar-benar melumpuhkan negeri gurun itu

Sebelumnya serangan  koalisi Arab yang menargetkan pabrik rudal dan drone Houthi kurang memberi efek.  Ini Ditandai, Houthi masih saja meluncurkan rudal-rudal balistik dan roket yang diuluncurkan dari drone

Kelompok Houthi yang berpihak pada Iran mengatakan pada Jumat (26/3), mereka telah menyerang fasilitas minyak Arab Saudi dan lokasi militer dengan 18 drone bersenjata.

Baca juga: PERANG  Koalisi Arab Saudi vs Milisi Houthi Makin Sengit, Pabrik Rudal dan Drone Sasaran Roket Suadi

Baca juga: Rudal Patriot Kalah dari S-400 Rusia, Moskow Sebut Arab Saudi Bakal Beli Rudal Pencegat Canggih Ini

Baca juga: Arab Saudi Mulai Marah, Balas Serangan, Gempur ibu kota Yaman yang Dikuasai Milisi Houthi

Dari Kementerian Energi Arab Saudi melaporkan, proyektil telah menghantam stasiun distribusi produk minyak bumi dan menyebabkan kebakaran.

Koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi kelompok Houthi menyatakan pada Kamis (25/3) malam, pihaknya telah mencegat beberapa drone yang ditujukan ke Kerajaan.

Serangan itu terjadi beberapa hari setelah Arab Saudi mempresentasikan inisiatif perdamaian yang mencakup gencatan senjata nasional di Yaman saat perang memasuki tahun ketujuh.

Houthi, yang mengendalikan ibu kota dan daerah terpadat di Yaman, telah meningkatkan serangan drone dan rudal terhadap target di Arab Saudi dalam beberapa pekan terakhir.

Sementara itu, Riyadh menghadapi tekanan yang meningkat dari Washington untuk mengakhiri perang, setelah Presiden AS Joe Biden menarik dukungan pendahulunya Donald Trump untuk konflik tersebut.

Halaman
123
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved