Breaking News:

Berita Kota Kupang Hari Ini

Upah Belum Dibayar, Petugas Pengurus Jenazah Covid-19 'Serbu' Rujab Wali Kota Kupang

Polemik upah petugas pengusung/pengurus jenazah Covid-19 di Kota Kupang hingga kini belum diselesaikan pemerintah Kota Kupang. 

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA)
Petugas pengubur jenazah covid-19 saat mendatangi rumah jabatan wali kota Kupang 

POS-KUPANG.COM,KUPANG- Polemik upah petugas pengusung/pengurus jenazah Covid-19 di Kota Kupang hingga kini belum diselesaikan pemerintah Kota Kupang. 

Sejak Januari hingga Maret, 33 petugas ini belum menerima upah. Buntutnya, Selasa (23/3/2021) sore, mereka mendatangi rumah jabatan wali kota Kupang untuk mengadukan nasib mereka. 

Pantauan wartawan, ke-33 petugas pengurus jenazah Covid-19 itu mengenakan APD lengkap saat mendatangi rumah jabatan wali kota Kupang. Selain ber-APD, mereka juga membawa mobil jenazah masuk ke halaman parkiran rumah jabatan. 

Suasana memanas ketika Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensi Funay dan Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang, Rudi Priyono yang memberi penjelasan namun tak diterima para petugas. 

Salah satu pengurus jenazah Covid-19 yang enggan menyebutkan namanya, mengaku aksi itu terpaksa dilakukan karena upah mereka sejak Januari hingga Maret 2021 belum dibayarkan. Setelah melayangkan protes ke dinas kesehatan Kota Kupang, upah mereka pun dibayar. Namun ironisnya, upah mereka malah dipotong sebesar Rp. 175.000. 

"Sesuai kesepakatan, kami dibayar Rp.525.000 perjenazah. Tetapi tadi kami dibayar hanya Rp.350.000, dengan alasan anggaran belum cukup. Kami tidak terima, karena selama ini kami bekerja sukarela dengan resiko tinggi. Kami sampai terpapar, tapi hak kami malah dipotong," ujarnya kepada wartawan, Selasa (23/3/2021).

Ia mengatakan, mereka adalah tenaga sukarela yang direkrut dinas kesehatan Kota Kupang menjadi garda terdepan mengurus jenazah covid-19 sejak pandemi ini merebak.

Ia menceritakan, sejak bertugas sebagai pengusung jenazah, bukan saja keluarga, tetangga rumahpun menjauhi mereka. Merasa tersisihkan dari lingkungan keluarga itu pun mereka rasakan hingga di tempat kerja. 

"Orang takut dekati kami, mungkin takut terpapar. Tapi kami tetap konsisten bekerja demi kemanusiaan, demi Kota Kupang. Demi Pak Jefri," ungkapnya. 

Setelah berdiskusi dengan Wali Kota Kupang, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensi Funay menyampaikan permohonan maaf dari wali kota untuk semua petugas pengurus jenazah Covid-19. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved