Breaking News:

Berita Kupang Hari Ini

Kenalan Lewat MiChat, Remaja Putri di NTT Dicabuli Pria 19 Tahun

Nahas menimpa gadis belia berumur 14 tahun berinisial, N. Remaja putri di Kota Kupang ini dicabuli GG alias Given (19), warga Kelurahan Oepura, Kecama

(POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA)
terduga pelaku pencabulan anak bawah umur saat diamankan Tim Buser Polres Kupang Kota 

POS-KUPANG.COM,KUPANG- Nahas menimpa gadis belia berumur 14 tahun berinisial, N. Remaja putri di Kota Kupang ini dicabuli GG alias Given (19), warga Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. 

Kejadian ini berawal dari perkenalan mereka di aplikasi MiChat. Keduanya lalu berjanjian bertemu. Given kemudian membawa korban ke rumahnya di belakang kantor dinas sosial provinsi NTT, Kelurahan Oepura, Kota Kupang, Senin (1/2/2020). 

Disana, Given pun diduga mencabuli korban hingga pukul sekitar pukul 01.00 wita, subuh. Orang tua korban kemudian melaporkan kejadian ini ke polisi. 

Berdasarkan laporan korban, polisi pun mengeluarkan surat panggilan kepada terduga pelaku. Namun, hingga panggilan kedua, Given tak mau memenuhi panggilan sebagai saksi. 

Polisi kemudian menurunkan tim Buser Polres Kupang Kota yang dipimpin Kanit Buser, Aipda Yance Sinlaeloe menjemput Given di rumahnya. Saat hendak ditangkap, Given berusaha melarikan diri, namun akhirnya berhasil diciduk.

Given yang diduga kuat merupakan pelaku cabul dan persetubuhan anak dibawah umur ini, ditangkap di perumahan pengungsi di Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Ia ditangkap sesuai surat perintah membawa dan menghadapkan saksi nomor SP-Bawa/142/III/2021/Reskrim.

"Kita keluarkan surat panggilan dua kali, tapi tak diindahkan, maka dijemput paksa," ujar Kanit PPA Sat Reskrim Polres Kupang Kota, Bripka Brigitha Usfinit kepada wartawan, Rabu (23/3/2021).

Saat ini, penyidik unit PPA masih melakukan pemeriksaan terhadap Given untuk memastikan statusnya.

"Masih sebagai saksi dan kita akan gelar untuk menetapkan status (Given), sebagai saksi atau tersangka," ungkap Brigita.

Ia disangkakan pasal 81 ayat (2) sub pasal 82 ayat (1) undang-undang RI nomor 17 tahun 2016 jo undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo pasal 64 ayat (1) KUHP. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda)
 

Baca juga: Kapten Kapal Asal Manado Ditemukan Tewas di Hutan, Ada 17 LukaTusukan di Tubuh

Baca juga: Terdakwa Korupsi Kredit Macet Bank NTT Ditutut 6 Tahun Penjara

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved