Breaking News:

Dr Dewa Gede Sahabhiseka Dewanta

Ini Strategi Pencegahan Covid 19 pada Ibu Hamil

Di masa pandemi Covid 19 ini banyak pasangan merasakan kekhawatiran akan terpapar Covid 19 saat hamil dengan berbagai akibatnya.

Editor: Sipri Seko
tribun
Ilustrasi ibu hamil (pixabay.com) 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kehamilan merupakan suatu peristiwa alamiah yang dialami seorang perempuan dalam masa usia reproduksi. Seorang perempuan usia subur yang sehat menikah pastilah merencanakan untuk hamil dan memiliki anak sebagai generasi penerus keturunan.

Di masa pandemi Covid 19 ini banyak pasangan merasakan kekhawatiran akan terpapar Covid 19 saat hamil dengan berbagai akibatnya.

Kekhawatiran bahkan ketakutan ini berbanding terbalik dengan peningkatan jumlah kehamilan di masa pandemi di berbagai daerah. Sementara risiko seorang ibu hamil terpapar Covid memang akan meningkat oleh karena fisiologi kehamilan itu sendiri dan peningkatan jumlah kasus di Indonesia. Sementara itu perasaan cemas dan takut juga akan berpengaruh terhadap psikologi dan imunitas ibu hamil.

Strategi Pencegahan

Seorang ibu hamil yang ingin tetap sehat dan tidak terpapar dan kemudian sakit akibat Covid 19 hendaknya menerapkan protokol kesehatan lebih disiplin dan ketat. Artinya seorang ibu hamil wajib menjaga kesehatan dirinya dengan mengurangi bepergian yang berisiko kontak dengan pembawa virus sars Cov II ini, selalu menjaga jarak dengan orang lain, memakai masker jika tidak sendiri atau saat terpaksa harus keluar rumah.

Rajin mencuci tangan dan mengurangi sentuhan di area wajah, teratur minum vitamin dan makan makanan bergizi. Berolah raga secukupnya jika kondisi baik. Dan tetap memeriksakan diri kepada petugas kesehatan .

Hal yang terakhir ini menimbulkan dilema tersendiri di mana justru banyak fasilitas kesehatan diberitakan tutup karena ada petugas yang positif Covid 19. Berita tentang banyaknya penderita Covid 19 yang dilayani oleh Rumah Sakit membuat ibu hamil banyak yang mengurungkan niat untuk memeriksakan kehamilannya.

Demikian juga karena prioritas pelayanan di masa pandemi dan alasan pencegahan penularan, banyak dokter dan rumah sakit membatasi kunjungan pasien non Covid termasuk ibu hamil.

Memang pada beberapa rumah sakit telah disediakan layanan konsultasi online, penyebarluasan informasi soal pemantauan mandiri kehamilan (self assesment) , dan kemudian belakangan memberi kesempatan untuk ibu hamil melakukan kunjungan dan pemeriksaan langsung dengan pembatasan dan skrining yang ketat.

Semua hal ini baik dilakukan asalkan tidak terlalu berlebihan. Agar jangan ibu hamil justru menjadi bertambah khawatir dan takut. Petugas kesehatan dan Rumah Sakit sebenarnya sudah memiliki pengetahuan dan SOP pencegahan, bukan dengan menolak kunjungan pasien. Kedua belah pihak yakni pasien dan Petugas Kesehatan mesti memastikan penerapan Prokes , bersedia menjalani skrining Covid 19, sehingga saat kontak dalam satu ruangan pemeriksaan tidak terjadi transmisi virus.

Dengan penerapan universal precaution dalam Prokes yang ketat, dokter dan pasien akan sama-sama merasa nyaman dan saling pengertian.

Waktu konsultasi dan pemeriksaan dipersingkat, pemeriksaan USG yang efektif dan tetap teliti, bila perlu setting ventilasi ruang pemeriksaan sedikit dimodifikasi dengan memberikan aliran udara yang lebih terbuka dibandingkan dengan pemakaian AC.

Alat proteksi diri bisa diminimalisir jika pasien dan keluarga yang ikut masuk (tentu dibatasi juga) sudah menunjukkan hasil rapid antigen negatif. Dokter dan petugas kesehatan di klinik rawat jalan tidak perlu memakai APD level III, cukup masker , sarung tangan atau ditambah dengan faceshield. Pasien dan keluarga selama pemeriksaan tetap memakai masker yang benar.

Ante Natal Care dapat diperjarang jadwalnya atau diselingi dengan konsultasi daring. Jika dalam konsultasi daring ditemukan suatu kecurigaan tertentu maka dokter akan menganjurkan pemeriksaan langsung .

Bagaimana dengan ibu hamil yang menghadapi masa persalinan baik normal maupun operasi? Persiapan fisik dan mental selama ANC di masa kehamilan walau terbatas hendaknya cukup memberi kekuatan bagi seorang ibu hamil untuk menjalani persalinannya.

Pilihan persalinan tetap mengacu pada indikasi atau alasan medis bukan pertimbangan ketakutan di masa pandemi. Kembali penerapan universal precaution oleh semua petugas yang terlibat, baik pada SDM maupun semua peralatan dan ruangan. Skrining cepat termasuk pemeriksaan rapid antigen dibutuhkan. Ibu dan bayi sehat hendaknya dirawat gabung di ruangan yang terbebas dari kemungkinan paparan virus Covid 19. Praktek Inisiasi Menyusui Dini sangat dianjurkan.

Beberapa pertanyaan akan muncul bagaimana jika seorang ibu hamil positif Covid 19 melahirkan,bagaimana bayinya?

Penerapan pemakaian APD level III bagi petugas , tertib pada SOP, kemudian penerapan isolasi dan kesempatan istirahat yang cukup bagi ibu yang positif baik tanpa atau dengan gejala.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved