Konflik Partai Demokrat
IRONIS Moeldoko Laporkan Andi Mallarangeng ke Polisi Tapi Tak Berani Datangi Polda Metro Jaya, Lho?
Kubu Moeldoko melaporkan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng ke polisi, tapi Meoldoko tak betani mendatangi Polda Metro Jaya.
IRONIS Moeldoko Laporkan Andi Mallarangeng ke Polisi Tapi Tak Berani Datangi Polda Metro Jaya, Lho?
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Ada hal terasa janggal yang dilakukan oleh Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).
Pasalnya, Kubu Moeldoko melaporkan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng ke polisi, tapi Meoldoko tak betani mendatangi Polda Metro Jaya.
Laporan Moeldoko tentang tindak pidana yang diduga dilakukan Andi Mallarangeng itu dilaporkan ke Polda Metro Jaya, melalui perantara, Sabtu (13/3/2021).
Andi Mallarangeng dilaporkan atas pernyataannya yang menyebut pemerintah terlibat dalam KLB Partai Demokrat.
Atas sikap Moeldoko yang tidak mendatangani Polda Metro Jaya itu membuat penyidik menolak laporan tersebut.
Penyidik Polda Metro Jaya meminta laporan tersebut dilengkapi, lantaran tak sesuai standar operasional prosedur (SOP) penanganan laporan UU ITE yang diterbitkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Tapi kalau ada warga negara yang secara terang-terangan bicara di media tivi, dikutip online menghina dan memfitnah."
"Ditonton jutaan orang tivi itu, maka ini harus diproses," kata Razman Arif Nasution, Kepala Komunikasi Publik Partai Demokrat versi KLB, di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (13/3/2021).
Razman berada di SPKT Polda Metro Jaya selama sekitar 30 menit.
Dibawanya alat bukti berupa salinan pemberitaan media massa berjudul: Sebelum ke Demokrat, Moeldoko Pernah Minta Dukungan ke Jusuf Kalla untuk Jadi Ketum Golkar.
"SOP-nya harus pelapor itu sendiri."

"Iya, tapi Pak Moeldoko sebenarnya bukan enggak mau hadir."
"Biasalah, dia urus keluarga, dia lagi istirahat, dan beliau bisa jadi melimpahkan, boleh kan?" ucap Razman.
Razman pun mengatakan laporannya tidak ditolak, tetapi diminta untuk melengkapi.
"Hari ini kami akan lengkapi."