Breaking News:

Info Kesehatan

Jangan Bekerja Lebih dari 49 Jam Perminggu, Begini Resiko yang Dialami Versi Xavier Trudel

Bagi  yang bekerja di balik meja kantor kurang dari 40 jam per minggu, berarti sudah cukup baik untuk kesehatan.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

Jangan Bekerja Lebih dari 49 Jam Perminggu, Begini Resiko yang Dialami Versi Xavier Trudel

POS-KUPANG.COM--Berapa waktu yang anda habiskan dalam satu minggu untuk bekerja?

Apakah bekerja lebih dari 40 jam atau kurang dari 40 jam dalam seminggu?

Bagi  yang bekerja di balik meja kantor kurang dari 40 jam per minggu, berarti sudah cukup baik untuk kesehatan.

Sebuah penelitian terbaru menunjukan bahwa bekerja selama 41 jam per minggu bisa meningkatkan tekanan darah tinggi.

Penelitian juga menunjukan bahwa bekerja lebih dari 49 jam per minggu memiliki 66% resiko terkena tekanan darah tinggi atau hipertensi dibandingkan dengan yang tidak.

Dalam studi tersebut, para peneliti meneliti lebih dari 3.500 karyawan di tiga lembaga publik di Quebec Kanada selama periode lima tahun.

Partisipan mengenakan alat pemantau tekanan darah.

Sementara para peneliti menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan darah, termasuk usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status merokok, indeks massa tubuh, tingkat stres kerja, dan variabel lainnya.

Penulis utama penelitian ini, Xavier Trudel mengatakan bahwa selain jam kerja kantor yang begitu lama, hipertensi juga bisa dipengaruhi oleh aktivitas-aktivitas dalam kehidupan berkeluarga.

Lebih jauh lagi, hipertensi dapat menyebabkan resiko penyakit kardiovaskular, penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah.

Bagi yang bekerja di belakang meja kantor selama berjam-jam, Trudel menyarankan agar memeriksa atau memonitor jantung atau tekanan darah selama peiode waktu tertentu.

"Orang-orang harus sadar bahwa jam kerja yang panjang dapat memengaruhi kesehatan jantung mereka, dan jika mereka bekerja berjam-jam, mereka harus bertanya kepada dokter mereka tentang memeriksa tekanan darah mereka dari waktu ke waktu dengan monitor yang dapat dikenakan," katanya.

Menunda diagnosis dan perawatan dapat menyebabkan risiko yang lebih tinggi dan dapat menyebabkan penyakit serius atau bahkan kematian.

Baca juga: Hindari 4 Jenis Makanan Ini Agar Kulit Wajah Anda Tidak Berminyak

Baca juga: Wajib Tahu Guys, Setelah Disuntik Vaksin Covid-19 Dianjurkan Konsumsi Kelapa Hijau, Benarkah?

Hipertensi memengaruhi hampir setengah dari orang dewasa Amerika Serikat dan berkontribusi pada lebih dari 82.000 kematian per tahun. (*/Nova)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved