Berita NTT Terkini

BI Dampingi Proses Sertifikasi Produk Rumah Tenun Ina Ndao: Dorce Lusi Semakin Percaya Diri

BI Dampingi Proses Sertifikasi Produk Rumah Tenun Ina Ndao: Dorce Lusi Semakin Percaya Diri

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Intan Nuka
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPw BI NTT) menggandeng Badan Standardisasi Nasional (BSN) melakukan pendampingi pada proses sertifikasi SNI tenun ikat milik Rumah Tenun Ina Ndao, Jumat (12/3/2021). 

BI Dampingi Proses Sertifikasi Produk Rumah Tenun Ina Ndao: Dorce Lusi Semakin Percaya Diri

POS-KUPANG.COM - KANTOR Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT ( KPw BI NTT) mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( UMKM) memperoleh sertifikasi Standar Nasional Indonesia ( SNI).

SNI merupakan standar yang ditetapkan oleh pemerintah untuk berbagai hasil produksi yang dibuat oleh masyarakat, baik itu yang diproduksi secara perorangan maupun oleh badan atau perusahaan.

SNI diberikan dalam bentuk stempel pada setiap barang yang telah sesuai dengan ketentuan yang diterapkan oleh pemerintah. Stempel SNI menjamin mutu dan kualitas serta kelayakan produk.

Baca juga: Tim Inspektorat Flotim Temukan Dugaan Korupsi Dana Desa Nisa Nulan Adonara

Sebagai langkah awal, BI NTT menggandeng Badan Standarisasi Nasional (BSN) melakukan pendampingan proses sertifikasi Rumah Tenun Ina Ndao di Jl Kebun Raja II Nomor 1, Kota Kupang, Jumat (12/3/2021).

Owner Rumah Tenun Ina Ndao, Dorce Lusi./KAMIS/11/02/2021
Owner Rumah Tenun Ina Ndao, Dorce Lusi./KAMIS/11/02/2021 (POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI)

Kepala KPw BI NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan, pendampingan sertifikasi SNI dari BSN merupakan langkah dari BI untuk menjamin mutu dan memperluas akses pasar dari UMKM untuk layak ekspor.

Baca juga: Gisella Anastasia: Dukungan Keluarga

Menurut Nyoman, proses pendampingan sertifikasi SNI dimulai dari Rumah Tenun Ina Ndao karena rumah produksi ini dirasakan sudah cukup siap serta banyak menaungi penenun lainnya.

"Rumah Tenun Ina Ndao akan menjadi role model sehingga BI juga akan melakukan hal serupa pada UMKM tenun binaan BI lainnya," ujar Nyoman.

Perwakilan BSN Tegar Ega Pradita Tegar bertemu pemilik Rumah Tenun Ina Ndao, Dorce Lusi. Ia melihat legalitas dokumen dan profil usaha serta bagaimana proses produksi tenun ikat mulai dari gulung benang, menghani, ikat motif, pewarnaan, pengaturan motif dan menenun.

Tegar mengatakan, pendampingan bertujuan agar Rumah Tenun Ina Ndao yang merupakan binaan BI NTT siap disertifikasi.

"Sehingga ketika dilakukan sertifikasi, tidak adanya temuan, dan bisa mendapatkan sertifikasi SNI," ujar Tegar saat ditemui di Rumah Tenin Ina Ndao.

Menurutnya, ada dua aspek yang perlu diperhatikan dalam sebuah proses sertifikasi SNI, yakni produk dan sistem mutu.

"Produk akan diuji sesuai standar atau tidak lewat pengujian laboratorium. Lalu sistem mutu akan dilihat, mulai dari pencatatan, prosedur, dokumentasi, agar apa yang diproduksi hari ini harus sama dengan produksi sebulan atau dua bulan ke depan," jelas Tegar.

Tegar mengatakan, dua aspek itu merupakan hal penting yang akan dilihat oleh tenaga sertifikasi. Apabila lolos, maka pihak yang mengajukan sertifikasi berhak mendapatkan sertifikat SNI, yang mana berarti produknya telah memenuhi standar.

"Ketika dari sini menyerahkan dokumentasi semuanya sudah siap, nanti dari sana (BSN) akan lakukan audit. Dari situ ada jangka waktu auditnya, temuannya bagaimana, perlu perbaikan tidak. Kalau jangka waktu sertifikat sendiri empat tahun, tapi selama empat tahun itu setiap tahunnya ada pengawasan untuk melihat apakah dia masih konsisten menempatkan standar itu tidak," papar Tegar.

Dorce Lusi menyampaikan terima kasih kepada BI NTT dan BSN. "Dukungan BI NTT dan BSN adalah suatu dorongan yang sangat memotivasi kami untuk berkembang dan percaya diri," ucap Dorce Lusi.

Ia memaknai dukungan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab yang besar untuk memperkuat hasil kerja yang bermutu untuk dikenal dunia, yang mana memerlukan tenaga, pikiran dan kesadaran untuk bisa memotivasi orang lain juga.

"Saya yakin bahwa sebentar kalau sudah jadi, berarti ini saya sendiri tidak bisa. Saya harus punya kekuatan diri untuk memotivasi orang lain juga untuk bisa kerja sama yang baik dalam hal ini masyarakat NTT," ujarnya.

"Kalau sudah bergelut di pekerjaan ini, mari kami sama-sama mempertahankan mutu. Memang dunia sudah kenal tenun NTT, tapi supaya lebih meyakinkan lagi produk kita betul-betul produk yang sudah diakui," tambah Dorce Lusi. (intan nuka)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved