Breaking News:

Pakar Politik Ahmad Atang : Konflik Partai Merupakan Bentuk Buruknya Praktik Demokrasi Kita

menjadi sah menurut AD/ART. Namun demikian, KLB selalu partai politik menyisahkan konflik internal tanpa berkesudahan.

Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Dr. Ahmad Atang 

Pakar Politik Ahmad Atang : Konflik Partai  Merupakan Bentuk dari Buruknya Praktik Demokrasi Kita

POS-KUPANG.COM | KUPANG--Drama perebutan partai Demokrat, yang berakhir dengan kongres luar biasa (KLB) di Deli Serdang Sumatra Utara hari ini menjadi anti klimaks dengan memilih Moeldoko sebagai ketua umum yang baru.
   
Secara legal formal jika dua pertiga dari struktur partai demokrat  menghendaki dan hadir KLB maka semua produk yang dihasilkan menjadi sah menurut AD/ART. Namun demikian, KLB selalu partai politik menyisahkan konflik internal tanpa berkesudahan.

Demikian disampaikan Pakar Politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr Ahmad Atang kepada POS-KUPANG.COM, Senin (8/3).

Ahmad menjelaskan bahwa, dengan dilaksanakan KLB dengan memilih ketua umum dan pengurus partai yang baru, maka dapat dipastikan jika partai Demokrat akan terbelah antara pendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Moeldoko. 

Drama selanjutnya adalah akan terjadi saling klaim dan saling gugat di pengadilan. Jika ini yang terjadi maka, masa depan partai Demokrat menjadi suram. 

Melihat fenomena ini, kasus demokrat bukan yang pertama walaupun sumber dan relasi konfliknya berbeda. 

Hal ini memberikan gambaran bahwa managemen pengelolaan  partai politik di Indonesia masih sangat tradisional sehingga tidak ada mekanisme penyelesaian kinflik. 

Konflik partai politik di Indonesia selalu  diawali dengan  konflik elit. 

"Kenyataan ini menunjukkan bahwa elit politik kita belum dewasa dan masih labil dalam berpolitik,"

Partai politik hanya institusi demokrasi untuk  mewujudkan kebaikan bersama. 

Oleh karena itu, kata Ahmad, partai harus menjadi sarana untuk membangun kualitas demokrasi bukan sebaliknya memundurkan demokrasi. 

"Konflik partai  merupakan bentuk dari buruknya praktik demokrasi kita,"

Oleh karena itu, menurut Ahmad, jika ingin demokrasi menjadi baik di Indonesia, maka perbaiki partai politik. Hal ini penting karena salah satu fungsinya adalah menyediakan sumberdaya untuk mengisi kepemimpinan nasional. 

BPJS Mendengar, Program Serap  Aspirasi

Sumber Air Sudah Dekat Warga Tinabani Kabupaten Ende Tidak Perlu Jalan Kaki Keluar Kampung

Ketua DPC Partai Demokrat Sumba Barat Bantah Ada Pengurus Ikut KLB

18 Warga Sumba  Barat Terkonfirmasi Positip Tertular Virus Corona Jalani Isolasi Mandiri

"Demokrasi di Indonesia akan baik dan berkualitas maka partai politiknya harus baik dan itu jaminannya," tandasnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved